Al-Quran Online ini, ajakan untuk mendalami AlQuran sambil mencari ridho dan cinta Allah semata
Daftar Akar Kata Pada AlQuran
Dipersembahkan oleh para sukarelawan yang hanya mencari kecintaan Allah semata

An-Nisa

dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

ayat 96

(yaitu) beberapa derajat daripada-Nya, ampunan serta rahmat. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Irab Surat AnNisa ayat 96



Ayat ini merupakan Badal (Penjelas/Pengganti) dari frasa "Ajran 'Aẓīman" (Pahala yang agung) pada akhir ayat 95. Ayat ini merinci apa saja isi dari pahala agung tersebut, yaitu: kenaikan derajat yang banyak, ampunan, dan rahmat.


🧐 Analisis I'rāb (Gramatikal)

I. Bagian Pertama: Rincian Pahala (Badal)

دَرَجَاتٍ مِّنْهُ وَمَغْفِرَةً وَرَحْمَةً

Kata

I'rāb (Kedudukan Gramatikal)

Keterangan/Status

دَرَجَاتٍ (Darajātin)

Badal (Pengganti)

PENTING: Kata ini berposisi sebagai Badal dari kata Ajran (di ayat 95).



1. Karena Ajran itu Manṣūb, maka Darajātin juga Manṣūb.



2. Tanda Naṣab-nya adalah Kasrah (bukan fatḥah) karena ia adalah Jam' Mu'annaṡ Sālim (Jamak perempuan beraturan).



Artinya: "(Yaitu) beberapa derajat/tingkatan."

مِّنْهُ (Minhu)

Jārr wa Majrūr

Terkait (Muta'alliq) dengan kata Darajātin atau berposisi sebagai Ṣifah (Sifat) baginya.



Artinya: "(yang datang) dari sisi-Nya."

وَمَغْفِرَةً (Wa Maghfiratan)

'Aṭaf (Kata Sambung)

Disambungkan ke Darajātin.



Perhatikan: Tanda Naṣab-nya kembali ke asal yaitu Fatḥah, karena ini adalah Isim Mufrad (Tunggal), berbeda dengan Darajātin.

وَرَحْمَةً (Wa Raḥmatan)

'Aṭaf

Disambungkan ke MaghfiratanManṣūb dengan fatḥah.

II. Bagian Kedua: Penutup (Sifat Allah)

وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا

Kata

I'rāb (Kedudukan Gramatikal)

Keterangan/Status

وَ (Wa)

Wāw Isti'nāfiyyah

Permulaan kalimat penutup.

كَانَ (Kāna)

Fi'l Māḍī Nāqiṣ

Menunjukkan sifat Allah yang azali dan abadi.

اللَّهُ (Allāhu)

Ism Kāna (Subjek Kāna)

Marfū' dengan ḍammah.

غَفُورًا (Ghafūran)

Khabar Kāna 1

Manṣūb. "Maha Pengampun."

رَّحِيمًا (Raḥīman)

Khabar Kāna 2

Manṣūb. "Maha Penyayang."


🔑 Poin Utama I'rāb Ayat

  1. Hubungan Ayat 95 & 96 (Fungsi Badal): Secara Nahwu, ayat 96 ini tidak berdiri sendiri secara makna, melainkan kelanjutan langsung dari akhir ayat 95.

    • Ayat 95: ...Ajran 'Aẓīman (Pahala yang agung).

    • Ayat 96: Darajātin... ((Yaitu) Derajat-derajat...).

    • Dalam ilmu I'rab, ini disebut Badal al-Kull min al-Kull (Pengganti keseluruhan) atau Badal al-Isytimāl (Pengganti cakupan). Pahala agung itu adalah derajat-derajat tersebut.

  2. Perbedaan Tanda I'rab (Kasrah vs Fatḥah): Ini adalah poin pelajaran Nahwu yang sangat bagus. Dalam satu rangkaian kalimat 'Aṭaf (sambung menyambung), tanda baca akhirnya berbeda-beda meskipun kedudukannya sama (Naṣb):

    • Darajātin (Kasrah): Karena Jamak Muannats Salim.

    • Maghfiratan (Fathah): Karena Isim Mufrad. Ini menunjukkan kekayaan morfologi bahasa Arab.

  3. Perubahan dari Mufrad ke Jamak (Darajah vs Darajāt):

    • Di Ayat 95, Allah menggunakan kata Darajatan (Tunggal/Satu derajat) saat membandingkan orang yang duduk vs berjihad. Ini perbandingan status umum.

    • Di Ayat 96, Allah menggunakan Darajāt (Jamak/Banyak derajat) saat merinci balasan di akhirat.

    • Makna Tafsir: Surga itu memiliki bertingkat-tingkat derajat. Jarak antar derajat (seperti dalam hadis) bisa sejauh langit dan bumi. Ini motivasi dahsyat bagi Mujahidin.

  4. Khabar Berbilang (Ta'addud al-Khabar): Dalam kalimat Kāna Allāhu Ghafūran Raḥīman, terdapat dua Khabar (Ghafūran dan Raḥīman) untuk satu Isim (Allāhu).

    • Ini menegaskan bahwa Allah memiliki banyak sifat sempurna sekaligus dalam satu waktu.

    • Kenapa sifat Ghafūr (Pengampun) muncul di konteks Jihad? Karena dalam perang sangat mungkin terjadi kesalahan, kekhilafan, atau tindakan berlebihan yang butuh ampunan Allah (seperti kasus salah bunuh di ayat 92-94).


Langkah Selanjutnya: Apakah Anda ingin melanjutkan ke Ayat 97 yang membahas tentang orang-orang yang menzalimi diri sendiri (tidak mau hijrah) dan nasib mereka di alam kubur?