Ayat
ini adalah ayat motivasi
dan kepemimpinan.
Allah memerintahkan Nabi Muhammad ﷺ
(dan
pemimpin umat) untuk tetap berjuang menegakkan kebenaran meskipun
sendirian, sambil terus memotivasi orang lain, tanpa merasa
terbebani jika orang lain tidak mau ikut.
🧐
Analisis
I'rāb (Gramatikal)
I.
Bagian Pertama: Perintah Jihad & Batasan Tanggung Jawab
فَقَاتِلْ
فِي سَبِيلِ اللَّهِ لَا تُكَلَّفُ
إِلَّا نَفْسَكَ
Kata
|
I'rāb
(Kedudukan Gramatikal)
|
Keterangan/Status
|
فَ
(Fa)
|
Fā'
Rābiṭah atau Sababiyyah
|
Menghubungkan
dengan konteks sebelumnya (karena tipu daya musuh sudah
jelas, maka berperanglah).
|
قَاتِلْ
(Qātil)
|
Fi'l
Amr (Kata Perintah)
|
Mabni
sukun. Fā'il-nya adalah ḍamīr
mustatir takdirnya Anta (Engkau -
Nabi SAW).
|
فِي
سَبِيلِ (Fī
Sabīli)
|
Jārr
wa Majrūr
|
Terkait
(Muta'alliq) dengan Qātil.
|
اللَّهِ
(Allāhi)
|
Lafẓul
Jalālah
|
Muḍāf
Ilaih. Majrūr.
|
لَا
(Lā)
|
Lā
Nāfiyah
|
Huruf
penyangkal (Tidak).
|
تُكَلَّفُ
(Tukallafu)
|
Fi'l
Muḍāri' Mabni lil Majhūl
|
Kata
kerja pasif. Marfū' dengan ḍammah. Nā'ib
Fā'il (Pengganti Subjek)-nya adalah ḍamīr
mustatir takdirnya Anta. Artinya: "Engkau
tidak dibebani."
|
إِلَّا
(Illā)
|
Ḥarf
Istiṡnā' / Haṣr
|
Huruf
pembatasan.
|
نَفْسَكَ
(Nafsaka)
|
Maf'ūl
bih (Objek Kedua)
|
Manṣūb.
Karena kalimatnya pasif (Tukallafu),
objek pertama menjadi Na'ib Fa'il (Anta), dan objek kedua
(Nafsa)
tetap mansub. Kaf (ك)
adalah Muḍāf
Ilaih.
|
II.
Bagian Kedua: Tugas Memotivasi Pasukan
وَحَرِّضِ
الْمُؤْمِنِينَ
Kata
|
I'rāb
(Kedudukan Gramatikal)
|
Keterangan/Status
|
وَ
(Wa)
|
Wāw
al-'Aṭf
|
Penghubung
perintah.
|
حَرِّضِ
(Ḥarriḍ)
|
Fi'l
Amr
|
Mabni
sukun, tapi dikasrahkan (ḥarriḍi) karena
bertemu alif lam (iltiqā’ sākinain).
Fā'il-nya Anta. Artinya: "Kobarkanlah
semangat / Doronglah."
|
الْمُؤْمِنِينَ
(Al-Mu'minīna)
|
Maf'ūl
bih (Objek)
|
Manṣūb dengan
tanda Yā' karena Jam' Mużakkar
Sālim.
|
III.
Bagian Ketiga: Janji Pertolongan Allah ('Asā)
عَسَى
اللَّهُ أَن يَكُفَّ بَأْسَ الَّذِينَ
كَفَرُوا
Kata
|
I'rāb
(Kedudukan Gramatikal)
|
Keterangan/Status
|
عَسَى
(Asā)
|
Fi'l
Māḍī Jāmid (Af'ālur Rajā')
|
Kata
kerja yang menunjukkan "harapan". Beramal
seperti Kāna (merafa'kan isim, menashabkan
khabar).
|
اللَّهُ
(Allāhu)
|
Ism
'Asā
|
Marfū' dengan
ḍammah.
|
أَن
(An)
|
Ḥarf
Maṣdariyyah wa Naṣib
|
Huruf
yang menashabkan fi'il mudhari.
|
يَكُفَّ
(Yakuffa)
|
Fi'l
Muḍāri'
|
Manṣūb oleh An.
Fā'il-nya Huwa (Allah). Artinya:
"menahan/menghentikan."
|
(Masdar
Mu'awwal)
|
An
+ Yakuffa
|
Gabungan
ini menempati posisi Naṣb sebagai Khabar
'Asā.
|
بَأْسَ
(Ba'sa)
|
Maf'ūl
bih
|
Objek
dari Yakuffa. Artinya: "kekuatan/serangan."
|
الَّذِينَ
(Allażīna)
|
Ism
Mawṣūl
|
Posisi Jarr sebagai Muḍāf
Ilaih.
|
كَفَرُوا
(Kafarū)
|
Fi'l
Māḍī
|
Ṣilah
al-Mawṣūl.
|
IV.
Bagian Keempat: Kekuatan Mutlak Allah
وَاللَّهُ
أَشَدُّ بَأْسًا وَأَشَدُّ تَنكِيلًا
Kata
|
I'rāb
(Kedudukan Gramatikal)
|
Keterangan/Status
|
وَ
(Wa)
|
Wāw
Isti'nāfiyyah
|
Kalimat
penutup/baru.
|
اللَّهُ
(Allāhu)
|
Lafẓul
Jalālah
|
Mubtada'.
|
أَشَدُّ
(Asyaddu)
|
Ism
Tafḍīl (Komparatif)
|
Khabar. Marfū'.
Artinya: "Lebih dahsyat/sangat kuat."
|
بَأْسًا
(Ba'san)
|
Tamyīz (Pembeda)
|
Manṣūb.
Menjelaskan dalam aspek apa Allah itu "Asyaddu".
Artinya: "kekuatan tempurnya."
|
وَأَشَدُّ
(Wa
Asyaddu)
|
'Aṭaf ke Asyaddu pertama
|
Predikat
kedua.
|
تَنكِيلًا
(Tankīlan)
|
Tamyīz
|
Manṣūb.
Artinya: "siksa/hukuman yang membuat jera."
|
🔑
Poin
Utama I'rāb Ayat
Nuansa
Pasif pada "Tukallafu" (تُكَلَّفُ): Penggunaan
bentuk pasif (Majhūl)
"Engkau tidak dibebani"
(bukan "Engkau tidak membebani") sangat menyentuh.
Maknanya: Beban kewajiban itu datang dari Allah. Allah-lah yang
menetapkan syariat. Dalam konteks jihad ini, Allah menegaskan
bahwa Rasulullah hanya bertanggung jawab atas amalnya
sendiri.
Jika seluruh umat menolak berperang, Nabi tetap wajib maju walau
sendirian. Ini adalah puncak tawakkal dan keberanian.
Konsep
"'Asā" (عَسَى)
bagi Allah: Secara
bahasa, 'Asā berarti
"mudah-mudahan" atau "semoga". Namun, kaidah
tafsir menyatakan: "Kata
'Asā jika datang dari Allah maknanya adalah kepastian (Wājib
al-Wuqū')." Jadi, 'Asallāhu
an yakuffa... bukan
prediksi, melainkan janji bahwa
Allah pasti akan menahan kekuatan orang kafir jika orang mukmin
memenuhi syarat (berjuang).