Al-Quran Online ini, ajakan untuk mendalami AlQuran sambil mencari ridho dan cinta Allah semata
Daftar Akar Kata Pada AlQuran
Dipersembahkan oleh para sukarelawan yang hanya mencari kecintaan Allah semata

An-Nisa

dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

ayat 84

Maka berperanglah kamu pada jalan Allah, tidaklah kamu dibebani melainkan dengan kewajiban kamu sendiri. Kobarkanlah semangat para mukmin (untuk berperang). Mudah-mudahan Allah menolak serangan orang-orang yang kafir itu. Allah amat besar kekuatan dan amat keras siksaan (Nya).

Irab Surat AnNisa ayat 84



Ayat ini adalah ayat motivasi dan kepemimpinan. Allah memerintahkan Nabi Muhammad (dan pemimpin umat) untuk tetap berjuang menegakkan kebenaran meskipun sendirian, sambil terus memotivasi orang lain, tanpa merasa terbebani jika orang lain tidak mau ikut.


🧐 Analisis I'rāb (Gramatikal)

I. Bagian Pertama: Perintah Jihad & Batasan Tanggung Jawab

فَقَاتِلْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ لَا تُكَلَّفُ إِلَّا نَفْسَكَ

Kata

I'rāb (Kedudukan Gramatikal)

Keterangan/Status

فَ (Fa)

Fā' Rābiṭah atau Sababiyyah

Menghubungkan dengan konteks sebelumnya (karena tipu daya musuh sudah jelas, maka berperanglah).

قَاتِلْ (Qātil)

Fi'l Amr (Kata Perintah)

Mabni sukun. Fā'il-nya adalah ḍamīr mustatir takdirnya Anta (Engkau - Nabi SAW).

فِي سَبِيلِ (Fī Sabīli)

Jārr wa Majrūr

Terkait (Muta'alliq) dengan Qātil.

اللَّهِ (Allāhi)

Lafẓul Jalālah

Muḍāf IlaihMajrūr.

لَا (Lā)

Lā Nāfiyah

Huruf penyangkal (Tidak).

تُكَلَّفُ (Tukallafu)

Fi'l Muḍāri' Mabni lil Majhūl

Kata kerja pasif. Marfū' dengan ḍammah. Nā'ib Fā'il (Pengganti Subjek)-nya adalah ḍamīr mustatir takdirnya Anta. Artinya: "Engkau tidak dibebani."

إِلَّا (Illā)

Ḥarf Istiṡnā' / Haṣr

Huruf pembatasan.

نَفْسَكَ (Nafsaka)

Maf'ūl bih (Objek Kedua)

Manṣūb. Karena kalimatnya pasif (Tukallafu), objek pertama menjadi Na'ib Fa'il (Anta), dan objek kedua (Nafsa) tetap mansub. Kaf (ك) adalah Muḍāf Ilaih.

II. Bagian Kedua: Tugas Memotivasi Pasukan

وَحَرِّضِ الْمُؤْمِنِينَ

Kata

I'rāb (Kedudukan Gramatikal)

Keterangan/Status

وَ (Wa)

Wāw al-'Aṭf

Penghubung perintah.

حَرِّضِ (Ḥarriḍ)

Fi'l Amr

Mabni sukun, tapi dikasrahkan (ḥarriḍi) karena bertemu alif lam (iltiqā’ sākinain). Fā'il-nya Anta. Artinya: "Kobarkanlah semangat / Doronglah."

الْمُؤْمِنِينَ (Al-Mu'minīna)

Maf'ūl bih (Objek)

Manṣūb dengan tanda Yā' karena Jam' Mużakkar Sālim.

III. Bagian Ketiga: Janji Pertolongan Allah ('Asā)

عَسَى اللَّهُ أَن يَكُفَّ بَأْسَ الَّذِينَ كَفَرُوا

Kata

I'rāb (Kedudukan Gramatikal)

Keterangan/Status

عَسَى (Asā)

Fi'l Māḍī Jāmid (Af'ālur Rajā')

Kata kerja yang menunjukkan "harapan". Beramal seperti Kāna (merafa'kan isim, menashabkan khabar).

اللَّهُ (Allāhu)

Ism 'Asā

Marfū' dengan ḍammah.

أَن (An)

Ḥarf Maṣdariyyah wa Naṣib

Huruf yang menashabkan fi'il mudhari.

يَكُفَّ (Yakuffa)

Fi'l Muḍāri'

Manṣūb oleh An. Fā'il-nya Huwa (Allah). Artinya: "menahan/menghentikan."

(Masdar Mu'awwal)

An + Yakuffa

Gabungan ini menempati posisi Naṣb sebagai Khabar 'Asā.

بَأْسَ (Ba'sa)

Maf'ūl bih

Objek dari Yakuffa. Artinya: "kekuatan/serangan."

الَّذِينَ (Allażīna)

Ism Mawṣūl

Posisi Jarr sebagai Muḍāf Ilaih.

كَفَرُوا (Kafarū)

Fi'l Māḍī

Ṣilah al-Mawṣūl.

IV. Bagian Keempat: Kekuatan Mutlak Allah

وَاللَّهُ أَشَدُّ بَأْسًا وَأَشَدُّ تَنكِيلًا

Kata

I'rāb (Kedudukan Gramatikal)

Keterangan/Status

وَ (Wa)

Wāw Isti'nāfiyyah

Kalimat penutup/baru.

اللَّهُ (Allāhu)

Lafẓul Jalālah

Mubtada'.

أَشَدُّ (Asyaddu)

Ism Tafḍīl (Komparatif)

KhabarMarfū'. Artinya: "Lebih dahsyat/sangat kuat."

بَأْسًا (Ba'san)

Tamyīz (Pembeda)

Manṣūb. Menjelaskan dalam aspek apa Allah itu "Asyaddu". Artinya: "kekuatan tempurnya."

وَأَشَدُّ (Wa Asyaddu)

'Aṭaf ke Asyaddu pertama

Predikat kedua.

تَنكِيلًا (Tankīlan)

Tamyīz

Manṣūb. Artinya: "siksa/hukuman yang membuat jera."


🔑 Poin Utama I'rāb Ayat

  1. Nuansa Pasif pada "Tukallafu" (تُكَلَّفُ): Penggunaan bentuk pasif (Majhūl) "Engkau tidak dibebani" (bukan "Engkau tidak membebani") sangat menyentuh. Maknanya: Beban kewajiban itu datang dari Allah. Allah-lah yang menetapkan syariat. Dalam konteks jihad ini, Allah menegaskan bahwa Rasulullah hanya bertanggung jawab atas amalnya sendiri. Jika seluruh umat menolak berperang, Nabi tetap wajib maju walau sendirian. Ini adalah puncak tawakkal dan keberanian.

  2. Konsep "'Asā" (عَسَى) bagi Allah: Secara bahasa, 'Asā berarti "mudah-mudahan" atau "semoga". Namun, kaidah tafsir menyatakan: "Kata 'Asā jika datang dari Allah maknanya adalah kepastian (Wājib al-Wuqū')." Jadi, 'Asallāhu an yakuffa... bukan prediksi, melainkan janji bahwa Allah pasti akan menahan kekuatan orang kafir jika orang mukmin memenuhi syarat (berjuang).