| Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendati pun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh, dan jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan: 'Ini adalah dari sisi Allah', dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan: 'Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad)'. Katakanlah: 'Semuanya (datang) dari sisi Allah'. Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikit pun? |
Ayat ini melanjutkan pembahasan tentang kematian dan ketakutan yang
disinggung di ayat sebelumnya (4:77), dengan menegaskan bahwa
kematian akan menjemput setiap orang di manapun ia berada, dan
kemudian mencela sikap orang munafik yang menyalahkan Nabi Muhammad
ﷺ ketika
ditimpa keburukan.
🧐 Analisis
I'rāb (Gramatikal)
I. Bagian Pertama:
Kepastian Kematian
Kata
|
I'rāb (Kedudukan
Gramatikal)
|
Keterangan/Status
|
أَيْنَمَا
(Aynamā)
|
Ism Syarṭ Jāzim
(Kata Syarat Tempat)
|
Ẓarf Makān
(Keterangan Tempat) dan Majzūm secara kedudukan.
|
تَكُونُوا
(Takūnū)
|
Fi'l Muḍāri' Tāmm
Majzūm
|
Fi'l Syarṭ
(Kata Kerja Syarat). Majzūm dengan ḥaḍfu an-nūn.
Wāw al-Jamā'ah adalah Fā'il.
|
يُدْرِككُّمُ
(Yudrikkumu)
|
Fi'l Muḍāri'
Majzūm
|
Jawāb Syarṭ
(Jawaban Syarat). Majzūm dengan sukūn. Kum
(كم)
adalah Maf'ūl bih.
|
الْمَوْتُ
(Al-mawtu)
|
Fā'il (Subjek)
|
Marfū'.
|
وَ
(Wa)
|
Wāw al-Ḥāl
(Wāw Keadaan)
|
Menghubungkan kalimat
keadaan.
|
لَوْ
كُنتُمْ (Law kuntum)
|
Law (Harf Syarṭ
Ghayr Jāzim) dan Kāna Nāqiṣah
|
Kāna adalah
Fi'l Syarṭ. Tum (ـتم)
adalah Ism Kāna. Jawāb Law (yaitu Idrāku
al-Mawt) dihilangkan karena telah disebutkan di awal.
|
فِي
بُرُوجٍ (Fī burūjin)
|
Jārr wa Majrūr
|
Khabar Kāna
pada posisi naṣb (secara kedudukan).
|
مُّشَيَّدَةٍ
(Mušayyadahtin)
|
Na'at (Sifat)
|
Majrūr,
mengikuti Burūjin. Artinya: "yang
diperkokoh/ditinggikan."
|
Ayat ini menyanggah dualisme teologis kaum munafik, menegaskan
keesaan sumber segala peristiwa (baik dan buruk) dari Allah, dan
mencela keras kebodohan mereka.