Al-Quran Online ini, ajakan untuk mendalami AlQuran sambil mencari ridho dan cinta Allah semata
Daftar Akar Kata Pada AlQuran
Dipersembahkan oleh para sukarelawan yang hanya mencari kecintaan Allah semata

An-Nisa

dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

ayat 76

Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut, sebab itu perangilah kawan-kawan setan itu, karena sesungguhnya tipu daya setan itu adalah lemah.

Irab Surat AnNisa ayat 76

Ayat ini membandingkan secara tajam antara orang-orang beriman yang berperang di jalan Allah dengan orang-orang kafir yang berperang di jalan Thaghut (kekuatan sesat), sekaligus menegaskan kelemahan tipu daya Setan.

🧐 Analisis I'rāb (Gramatikal)

I. Bagian Pertama: Perbandingan Dua Jalan Perang

Kata

I'rāb (Kedudukan Gramatikal)

Keterangan/Status

الَّذِينَ (Al-laḍīna)

Ism Mawṣūl (Kata Sambung)

Mubtada' (Subjek) pada posisi raf'.

آمَنُوا (Āmanū)

Fi'l Māḍī

Ṣilah al-Mawṣūl (Anak Kalimat Penghubung) untuk الَّذِينَ. Wāw al-Jamā'ah adalah Fā'il.

يُقَاتِلُونَ (Yuqātilūna)

Fi'l Muḍāri'

Khabar (Predikat) dari الَّذِينَ pada posisi raf'. Wāw al-Jamā'ah adalah Fā'il.

فِي سَبِيلِ اللَّهِ (Fī sabīli Allāhī)

Jārr wa Majrūr

Muta'alliq (terkait) dengan Yuqātilūna.

وَالَّذِينَ كَفَرُوا (Wa al-laḍīna kafarū)

Wāw al-'Aṭf dan 'Aṭaf

Di-'aṭaf-kan kepada Al-laḍīna Āmanū. Al-laḍīna adalah Mubtada' berikutnya. Kafarū adalah Ṣilah al-Mawṣūl.

يُقَاتِلُونَ (Yuqātilūna)

Fi'l Muḍāri'

Khabar dari Al-laḍīna kedua.

فِي سَبِيلِ الطَّاغُوتِ (Fī sabīli aṭ-ṭāghūti)

Jārr wa Majrūr

Muta'alliq dengan Yuqātilūna. Aṭ-Ṭāghūti adalah Muḍāf Ilaih.



II. Bagian Kedua: Perintah Berperang dan Penegasan Kelemahan Setan

Kata

I'rāb (Kedudukan Gramatikal)

Keterangan/Status

فَ (Fa)

Fā' al-Faṣīḥah

Fā' yang menunjukkan akibat logis/kesimpulan dari perbandingan dua jalan tersebut.

قَاتِلُوا (Qātilū)

Fi'l Amr (Kata Kerja Perintah)

Mabnī 'alā ḥaḍfi an-nūn. Wāw al-Jamā'ah adalah Fā'il.

أَوْلِيَاءَ (Awliyā'a)

Maf'ūl bih (Objek)

Manṣūb. Awliyā'a adalah Muḍāf.

الشَّيْطَانِ (Aš-šayṭāni)

Muḍāf Ilaih (Sandaran)

Majrūr.

إِنَّ (Inna)

Harf Taukid wa Naṣb (Huruf Penegas)

Menasabkan Ism dan merafa’kan Khabar.

كَيْدَ (Kayda)

Ism Inna

Manṣūb. Kayda adalah Muḍāf.

الشَّيْطَانِ (Aš-šayṭāni)

Muḍāf Ilaih

Majrūr.

كَانَ (Kāna)

Fi'l Māḍī Nāqiṣ (Kata Kerja Lampau yang Tak Sempurna)

Khabar Inna (secara kedudukan). Ism Kāna adalah ḍamīr mustatir (huwa), kembali ke Kayda.

ضَعِيفًا (Ḍa'īfan)

Khabar Kāna

Manṣūb.


🔑 Poin Utama I'rāb Ayat

  1. Struktur Mubtada' Khabar Ganda: Ayat ini menggunakan dua struktur kalimat nominal untuk membuat kontras yang tegas:

    • الَّذِينَ آمَنُوا (Mubtada') يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ (Khabar).

    • وَالَّذِينَ كَفَرُوا (Mubtada') يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ الطَّاغُوتِ (Khabar). Perbandingan ini menyimpulkan bahwa semua perjuangan di dunia ini hanya terbagi menjadi dua kubu: kubu Allah (Haq) dan kubu Thaghut (Batil).

  2. Fā' al-Faṣīḥah sebagai Kesimpulan: فَقَاتِلُوا (maka perangilah) didahului oleh Fā' al-Faṣīḥah, yang menyiratkan, "Jika keadaan sudah demikian (hanya ada dua kubu), maka perangilah teman-teman Setan."

  3. Taukīd Kuat pada Kesimpulan: Penutup ayat (إِنَّ كَيْدَ الشَّيْطَانِ كَانَ ضَعِيفًا - Sesungguhnya tipu daya Setan itu adalah lemah) adalah Taukīd (penegasan) ilahi melalui إِنَّ.

  4. Khabar Inna Berupa Kalimat Kerja (Kāna): كَانَ ضَعِيفًا (adalah lemah) berfungsi sebagai Khabar dari إِنَّ pada posisi raf'. Penggunaan Kāna (yang berarti dahulu/adalah) di sini menegaskan bahwa kelemahan tipu daya Setan adalah sifat yang telah ditetapkan dan abadi, terlepas dari seberapa kuat kelihatannya tipu daya itu di masa kini.

Ayat ini adalah penyemangat bagi mujahidin, meyakinkan mereka bahwa musuh mereka (pengikut Setan) pada dasarnya lemah, asalkan kaum beriman benar-benar berperang di jalan Allah.