Al-Quran Online ini, ajakan untuk mendalami AlQuran sambil mencari ridho dan cinta Allah semata
Daftar Akar Kata Pada AlQuran
Dipersembahkan oleh para sukarelawan yang hanya mencari kecintaan Allah semata

An-Nisa

dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

ayat 72

Dan sesungguhnya di antara kamu ada orang yang sangat berlambat-lambat (ke medan pertempuran). Maka jika kamu ditimpa musibah ia berkata: 'Sesungguhnya Tuhan telah menganugerahkan nikmat kepada saya karena saya tidak ikut berperang bersama mereka'.

Irab Surat AnNisa ayat 72

Ayat ini melanjutkan pembahasan tentang karakteristik orang munafik yang disebutkan di ayat-ayat sebelumnya. Ayat ini menyoroti bagaimana sebagian dari mereka bersikap lambat dan enggan untuk maju berperang, dan bagaimana mereka bereaksi terhadap kabar kemenangan atau kekalahan umat Islam.

🧐 Analisis I'rāb (Gramatikal)

I. Bagian Pertama: Ciri Khas Orang yang Lambat/Enggan

Kata

I'rāb (Kedudukan Gramatikal)

Keterangan/Status

وَ (Wa)

Wāw Isti'nāfiyyah

Memulai kalimat baru.

إِنَّ (Inna)

Harf Taukid wa Naṣb (Huruf Penegas)

Menasabkan Ism dan merafa’kan Khabar.

مِنكُمْ (Minkum)

Jārr wa Majrūr

Berada pada posisi raf' sebagai Khabar Inna Muqaddam (Predikat yang didahulukan).

لَمَن (Laman)

Lām al-Ibtidā' (Lām Permulaan) dan Man (Ism Mawṣūl)

Berada pada posisi naṣb sebagai Ism Inna Mu'akhkhar (Subjek yang diakhirkan). Artinya: "sungguh di antara kalian ada orang yang."

لَّيُبَطِّئَنَّ (Layubaṭṭi'anna)

Lām al-Qasam (Lām Sumpah) + Fi'l Muḍāri' + Nūn at-Taukid aṡ-Ṡaqīlah

Fi'l Muḍāri' Mabnī 'alā al-fatḥ karena bersambung dengan Nūn at-Taukid. Fā'il-nya ḍamīr mustatir (Dia). Jumlah (Laman layubaṭṭi'anna) adalah Ṣilah al-Mawṣūl untuk مَن.



II. Bagian Kedua: Reaksi Ketika Ditimpa Musibah

Kata

I'rāb (Kedudukan Gramatikal)

Keterangan/Status

فَإِنْ (Fa in)

Fā' al-'Aṭf dan In (Harf Syarṭ Jāzim)

Menghubungkan kalimat syarat dengan pembahasan sebelumnya.

أَصَابَتْكُم (Aṣābatkum)

Fi'l Māḍī

Fi'l Syarṭ (Kata Kerja Syarat) pada posisi jazm (secara kedudukan). Kum (كم) adalah Maf'ūl bih.

مُّصِيبَةٌ (Muṣībatun)

Fā'il (Subjek)

Marfū'.

قَالَ (Qāla)

Fi'l Māḍī

Jawāb Syarṭ (Jawaban Syarat) pada posisi jazm (secara kedudukan).

قَدْ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيَّ (Qad an'ama Allāhu 'alayya)

Qad (Harf Taukid) + Fi'l Māḍī + Fā'il + Jārr wa Majrūr

Maqūl al-Qaul (Isi Ucapan) pada posisi naṣb (sebagai Maf'ūl bih dari Qāla).

إِذْ (Iḏ)

Ẓarf Zamān (Keterangan Waktu)

Manṣūb. Terkait dengan An'ama Allāhu 'alayya.

لَمْ أَكُن (Lam akun)

Lam (Harf Jāzim) dan Fi'l Muḍāri' Majzūm

Fi'l Jāzim. Majzūm dengan sukūn. Ism Akun adalah ḍamīr mustatir (ana).

مَّعَهُمْ (Ma'ahum)

Ẓarf Makān (Keterangan Tempat)

Manṣūb. Berada pada posisi naṣb sebagai Khabar Akun (Predikat Akun) yang didahulukan.

شَهِيدًا (Šahīdan)

Khabar Akun

Manṣūb. Diakhirkan. Artinya: "sebagai orang yang menyaksikan/ikut serta."


🔑 Poin Utama I'rāb Ayat

  1. Taukīd Ganda (Inna + Lām al-Ibtidā'): Pembukaan ayat menggunakan penegasan yang sangat kuat: إِنَّ (Sesungguhnya) dan لَ (Lām al-Ibtidā') yang melekat pada Ism Inna (مَن). Ini bertujuan untuk memastikan bahwa sifat buruk ini (لَّيُبَطِّئَنَّ - sungguh-sungguh melambatkan diri) benar-benar ada di kalangan mereka.

  2. Taukīd Ketiga (Nūn at-Taukid): Kata kerja يُبَطِّئَنَّ (melambatkan diri) mengandung Nūn at-Taukid aṡ-Ṡaqīlah (Nūn Penegas yang Berat), yang berfungsi sebagai Taukīd ketiga dalam satu kalimat. Ini menegaskan bahwa sifat enggan mereka adalah sifat yang pasti, kuat, dan mendalam.

  3. Struktur Inna Muqaddam/Mu'akhkhar: Dalam إِنَّ مِنكُمْ لَمَن:

    • مِنكُمْ (di antara kalian) adalah Khabar Inna (berupa Jārr wa Majrūr) yang didahulukan (Muqaddam).

    • لَمَن (orang yang) adalah Ism Inna yang diakhirkan (Mu'akhkhar).

  4. Hukum Syarat atas Musibah: Ayat ini menggambarkan kondisi munafik melalui syarat (فَإِنْ أَصَابَتْكُم مُصِيبَةٌ) dan jawaban (قَالَ - dia berkata). Reaksi mereka ketika kaum Muslimin ditimpa musibah adalah syukur egois (قَدْ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيَّ) karena mereka tidak ikut serta.

  5. Khabar Akun yang Didahulukan: Dalam kalimat إِذْ لَمْ أَكُن مَّعَهُمْ شَهِيدًا:

    • مَّعَهُمْ (bersama mereka) adalah Khabar Akun (Predikat) yang didahulukan (berupa Ẓarf).

    • شَهِيدًا (sebagai orang yang ikut serta) adalah Khabar Akun yang diakhirkan.

Ayat ini menyajikan psikologi munafik yang jelas: mereka enggan berkorban untuk agama, dan ketika umat Islam menderita, mereka melihatnya sebagai keberuntungan pribadi karena tidak ikut menanggung risiko.