Al-Quran Online ini, ajakan untuk mendalami AlQuran sambil mencari ridho dan cinta Allah semata
Daftar Akar Kata Pada AlQuran
Dipersembahkan oleh para sukarelawan yang hanya mencari kecintaan Allah semata

An-Nisa

dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

ayat 70

Yang demikian itu adalah karunia dari Allah, dan Allah cukup mengetahui.

Irab Surat AnNisa ayat 70

Ayat ini merupakan kelanjutan dari ayat sebelumnya (4:69) dan menegaskan bahwa karunia kebersamaan dengan para Nabi dan orang saleh tersebut datang sepenuhnya dari Allah, dan pengetahuan serta kecukupan Allah terhadap balasan itu sudah memadai.

📜 Teks Ayat (An-Nisa: 70)

ذَٰلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللَّهِ ۚ وَكَفَىٰ بِاللَّهِ عَلِيمًا


🧐 Analisis I'rāb (Gramatikal)

I. Bagian Pertama: Penegasan Sumber Karunia

Kata

I'rāb (Kedudukan Gramatikal)

Keterangan/Status

ذَٰلِكَ (Ḏālika)

Ism Išārah (Kata Tunjuk Jauh)

Mubtada' (Subjek) pada posisi raf'. Merujuk pada ganjaran dan kebersamaan yang disebutkan di ayat 69.

الْفَضْلُ (Al-faḍlu)

Badal (Pengganti) atau Na'at (Sifat)

Marfū'. Mengikuti Ḏālika. Artinya: "karunia itu."

مِنَ اللَّهِ (Mina Allāhī)

Jārr wa Majrūr

Khabar (Predikat) dari Ḏālika pada posisi raf' (secara kedudukan).



II. Bagian Kedua: Penegasan Kecukupan Pengetahuan Allah

Kata

I'rāb (Kedudukan Gramatikal)

Keterangan/Status

وَ (Wa)

Wāw Isti'nāfiyyah

Memulai kalimat baru.

كَفَىٰ (Kafā)

Fi'l Māḍī Jāmid (Kata Kerja Tak Berubah)

Kata kerja yang bermakna kecukupan.

بِاللَّهِ (Bi Allāhī)

Bā' (Zā'idah - Tambahan) dan Allāhī

Bā' adalah huruf tambahan untuk penekanan. Allāhī adalah Fā'il (Subjek) dari Kafā pada posisi raf' yang diperkirakan. Secara lafaz, ia Majrūr.

عَلِيمًا ('Alīman)

Tamyīz (Penjelas/Pembeda)

Manṣūb (berharakat fatḥah). Artinya: "sebagai Yang Maha Mengetahui."


🔑 Poin Utama I'rāb Ayat

  1. Struktur Mubtada' Khabar: Kalimat pertama (ذَٰلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللَّهِ) adalah kalimat nominal sederhana.

    • ذَٰلِكَ (Itu) adalah Mubtada'.

    • الْفَضْلُ (karunia) adalah penegas (Badal).

    • مِنَ اللَّهِ (dari Allah) adalah Khabar (berupa Jārr wa Majrūr). Ini menekankan bahwa kebersamaan dengan para Nabi dan ganjaran itu adalah karunia semata dari Allah, bukan semata hasil usaha manusia.

  2. Kaidah Kafā bi...: Frasa وَكَفَىٰ بِاللَّهِ عَلِيمًا (Dan cukuplah Allah sebagai Yang Maha Mengetahui) menggunakan kaidah yang sudah dikenal untuk penekanan (taukid):

    • بِ adalah Bā' Zā'idah (tambahan untuk penekanan).

    • اللَّهِ secara makna adalah Fā'il Kafā.

    • عَلِيمًا adalah Tamyīz yang menjelaskan kecukupan tersebut (cukup dalam hal pengetahuan tentang balasan dan amal hamba-Nya).

Ayat ini berfungsi sebagai penutup yang anggun bagi rangkaian ayat tentang ganjaran ketaatan. Ia menegaskan kembali bahwa segala kebaikan adalah murni karunia ilahi dan tidak ada yang lebih tahu tentang balasan yang layak selain Allah.