Al-Quran Online ini, ajakan untuk mendalami AlQuran sambil mencari ridho dan cinta Allah semata
Daftar Akar Kata Pada AlQuran
Dipersembahkan oleh para sukarelawan yang hanya mencari kecintaan Allah semata

An-Nisa

dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

ayat 63

Mereka itu adalah orang-orang yang Allah mengetahui apa yang di dalam hati mereka. Karena itu berpalinglah kamu dari mereka, dan berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka.

Irab Surat AnNisa ayat 63

Ayat ini adalah respons ilahi terhadap klaim palsu dan sumpah orang-orang munafik yang disebutkan di ayat 62. Ayat ini memerintahkan Nabi Muhammad untuk mengabaikan sumpah mereka, menasihati mereka, dan menyampaikan perkataan yang efektif tentang diri mereka.

🧐 Analisis I'rāb (Gramatikal)

I. Bagian Pertama: Identifikasi dan Pengetahuan Allah

Kata

I'rāb (Kedudukan Gramatikal)

Keterangan/Status

أُولَٰئِكَ (Ulā'ika)

Ism Išārah (Kata Tunjuk Jauh)

Mubtada' (Subjek) pada posisi raf'. Menunjuk kepada orang-orang munafik yang bersumpah palsu.

الَّذِينَ (Al-laḍīna)

Ism Mawṣūl (Kata Sambung)

Khabar (Predikat) dari Ulā'ika pada posisi raf'.

يَعْلَمُ اللَّهُ (Ya'lamu Allāhu)

Fi'l Muḍāri' + Fā'il

Ṣilah al-Mawṣūl (Anak Kalimat Penghubung) untuk الَّذِينَ.

مَا ()

Ism Mawṣūl (Kata Sambung)

Maf'ūl bih (Objek) dari Ya'lamu pada posisi naṣb. Artinya: "apa yang."

فِي قُلُوبِهِمْ (Fī qulūbihim)

Jārr wa Majrūr

Ṣilah al-Mawṣūl yang dihilangkan (Maḥẓūf). Secara taqdīr: Al-ladī yastafirru/mawjudu fī qulūbihim (yang menetap/ada di hati mereka).



II. Bagian Kedua: Perintah Ilahi kepada Nabi Muhammad

Kata

I'rāb (Kedudukan Gramatikal)

Keterangan/Status

فَأَعْرِضْ (Fa a'riḍ)

Fā' al-Faṣīḥah (Fā' Penjelasan/Akibat) dan Fi'l Amr

Fi'l Amr Mabnī 'alā sukūn. Fā'il-nya ḍamīr mustatir wajib (anta).

عَنْهُمْ ('Anhum)

Jārr wa Majrūr

Muta'alliq dengan A'riḍ. Artinya: "berpalinglah dari mereka."

وَ (Wa)

Wāw al-'Aṭf

Menghubungkan perintah.

عِظْهُمْ ('Iẓhum)

Fi'l Amr + Hūm (Maf'ūl bih)

Di-'aṭaf-kan kepada A'riḍ. Artinya: "dan nasihatilah mereka."

وَقُل (Wa qul)

Wāw al-'Aṭf dan Fi'l Amr

Di-'aṭaf-kan kepada A'riḍ.

لَّهُمْ (Lahum)

Jārr wa Majrūr

Muta'alliq dengan Qul.

قَوْلًا (Qawlan)

Maf'ūl Muṭlaq (Maṣdar)

Manṣūb. Digunakan untuk penekanan jenis (Nau') ucapan. Artinya: "dengan ucapan."

بَلِيغًا (Balīghan)

Na'at (Sifat)

Manṣūb, mengikuti Qawlan. Artinya: "yang berkesan/efektif."

فِي أَنفُسِهِمْ (Fī anfusihim)

Jārr wa Majrūr

Muta'alliq (terkait) dengan Balīghan atau Qawlan. Menjelaskan bahwa ucapan itu harus meresap ke dalam jiwa mereka.


🔑 Poin Utama I'rāb Ayat

  1. Identifikasi Jelas (Mubtada' Khabar): Ayat dimulai dengan أُولَٰئِكَ الَّذِينَ (Mereka itu adalah orang-orang yang...). Ini adalah struktur Mubtada' Khabar untuk menegaskan identitas kelompok yang dicela.

  2. Ṣilah al-Mawṣūl yang Rumit: Kalimat يَعْلَمُ اللَّهُ مَا فِي قُلُوبِهِمْ adalah Ṣilah al-Mawṣūl untuk Al-laḍīna. Di sini, مَا adalah Maf'ūl bih bagi Ya'lamu. Frasa فِي قُلُوبِهِمْ memiliki Ṣilah yang dihilangkan (misalnya: Mawjūd) yang menjelaskan apa yang ada di hati mereka.

  3. Fā' al-Faṣīḥah (Sebab/Akibat): فَأَعْرِضْ عَنْهُمْ (Maka berpalinglah dari mereka) diawali oleh Fā' al-Faṣīḥah. Fungsinya adalah menyimpulkan atau merumuskan perintah berdasarkan pengetahuan Allah tentang kebohongan mereka (yang ada di hati mereka). Karena Allah tahu hati mereka busuk, maka berpalinglah dari mereka.

  4. Tiga Perintah Kontras: Nabi diperintahkan untuk melakukan tiga tindakan yang urutannya menyiratkan kebijakan:

    • 1. فَأَعْرِضْ عَنْهُمْ: (Berpalinglah/Jangan menghukum mereka atas sumpah palsu mereka).

    • 2. وَعِظْهُمْ: (Tetapi nasihatilah mereka secara umum).

    • 3. وَقُل لَّهُمْ قَوْلًا بَلِيغًا: (Dan katakan kepada mereka perkataan yang Balīgh).

  5. Maf'ūl Muṭlaq dan Penjelasannya: قَوْلًا بَلِيغًا (ucapan yang berkesan/efektif) adalah Maf'ūl Muṭlaq (Maṣdar) yang menentukan jenis ucapan. Keterangan tempat فِي أَنفُسِهِمْ (di dalam diri mereka) menegaskan bahwa perkataan tersebut haruslah sedemikian rupa sehingga menembus dan menyentuh hati nurani mereka, meskipun mereka munafik.

Ayat ini memberikan pedoman ilahi kepada Nabi mengenai cara menghadapi kemunafikan dan klaim palsu mereka: membiarkan hukuman duniawi atas klaim palsu, tetapi tetap wajib menasihati mereka dengan kata-kata yang tajam dan berkesan.