Al-Quran Online ini, ajakan untuk mendalami AlQuran sambil mencari ridho dan cinta Allah semata
Daftar Akar Kata Pada AlQuran
Dipersembahkan oleh para sukarelawan yang hanya mencari kecintaan Allah semata

An-Nisa

dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

ayat 61

Apabila dikatakan kepada mereka: 'Marilah kamu (tunduk) kepada hukum yang Allah telah turunkan dan kepada hukum Rasul', niscaya kamu lihat orang-orang munafik menghalangi (manusia) dengan sekuat-kuatnya dari (mendekati) kamu.

Irab Surat AnNisa ayat 61

Ayat ini menjelaskan reaksi orang-orang munafik (yang dicela di ayat 60) ketika mereka diseru untuk berhukum kepada apa yang diturunkan Allah dan kepada Rasulullah .

🧐 Analisis I'rāb (Gramatikal)

I. Bagian Pertama: Panggilan untuk Kembali kepada Hukum Allah

Kata

I'rāb (Kedudukan Gramatikal)

Keterangan/Status

وَ (Wa)

Wāw Isti'nāfiyyah

Memulai kalimat baru (melanjutkan kecaman).

إِذَا (Iḏā)

Ẓarf Zamān Syarṭ Ghayr Jāzim (Keterangan Waktu Syarat)

Manṣūb (dalam posisi naṣb). Artinya: "Dan ketika."

قِيلَ (Qīla)

Fi'l Māḍī Majhūl (Kata Kerja Pasif)

Fi'l Syarṭ.

لَهُمْ (Lahum)

Jārr wa Majrūr

Muta'alliq (terkait) dengan Qīla.

تَعَالَوْا (Ta'ālaw)

Fi'l Amr (Kata Kerja Perintah)

Maqūl al-Qaul (Kata yang Diucapkan) pada posisi raf' (secara makna). Wāw al-Jamā'ah adalah Fā'il.

إِلَىٰ مَا (Ilā mā)

Jārr wa Majrūr. adalah Ism Mawṣūl.

Muta'alliq dengan Ta'ālaw. Artinya: "kepada apa yang."

أَنزَلَ اللَّهُ (Anzala Allāhu)

Fi'l Māḍī + Fā'il

Ṣilah al-Mawṣūl (Anak Kalimat Penghubung) untuk مَا.

وَإِلَى الرَّسُولِ (Wa ilā ar-rasūli)

Jārr wa Majrūr

Di-'aṭaf-kan kepada (yaitu kepada Ilā mā).



II. Bagian Kedua: Reaksi Orang Munafik

Kata

I'rāb (Kedudukan Gramatikal)

Keterangan/Status

رَأَيْتَهُمْ (Ra'aytahum)

Fi'l Māḍī + Tā' (Fā'il) + Hūm (Maf'ūl bih)

Jawāb Syarṭ (Jawaban Syarat) untuk Iḏā. Kalimat ini tidak memiliki kedudukan I'rāb karena merupakan Jawāb Syarṭ Ghayr Jāzim (Jawaban Syarat yang tidak menjazmkan).

يَصُدُّونَ (Yaṣuddūna)

Fi'l Muḍāri'

Marfū'. Wāw al-Jamā'ah adalah Fā'il. Kalimat ini adalah Ḥāl (Keadaan) bagi Hūm (ـهم) pada posisi naṣb. Artinya: "dalam keadaan mereka berpaling."

عَنكَ ('Anka)

Jārr wa Majrūr

Muta'alliq dengan Yaṣuddūna.

صُدُودًا (Ṣudūdan)

Maf'ūl Muṭlaq (Maṣdar)

Manṣūb. Maṣdar dari Yaṣuddūna yang digunakan untuk penekanan jenis atau jumlah. Artinya: "dengan berpaling yang sungguh-sungguh/hebat."


🔑 Poin Utama I'rāb Ayat

  1. Iḏā dan Jawāb Syarṭ: Ayat ini dibuka dengan إِذَا (ketika), yang merupakan ẓarf (keterangan waktu) yang mengandung makna syarat tetapi tidak menjazmkan. Jawāb Syarṭ-nya adalah kalimat kerja رَأَيْتَهُمْ (engkau melihat mereka). Kalimat Jawāb Syarṭ dari Iḏā tidak memiliki kedudukan I'rāb.

  2. Nā'ib al-Fā'il yang Tersembunyi: Kata kerja pasif قِيلَ (dikatakan) memiliki Nā'ib al-Fā'il yang berupa Maṣdar Mu'awwal yang dihilangkan, yaitu qīla qawluhu (dikatakan perkataan mereka), atau Maqūl al-Qaul itu sendiri.

  3. Klausa Maqūl al-Qaul: Perintah تَعَالَوْا إِلَىٰ مَا أَنزَلَ اللَّهُ وَإِلَى الرَّسُولِ (Marilah kalian kepada apa yang diturunkan Allah dan kepada Rasul) adalah Maqūl al-Qaul (isi ucapan) dari Qīla.

  4. Ḥāl Yaṣuddūna: Kalimat kerja يَصُدُّونَ عَنكَ (mereka berpaling darimu) berfungsi sebagai Ḥāl (keadaan) yang menjelaskan bagaimana mereka terlihat (رَأَيْتَهُمْ - engkau melihat mereka) saat dipanggil.

  5. Maf'ūl Muṭlaq untuk Penekanan: صُدُودًا (berpaling yang sungguh-sungguh) adalah Maf'ūl Muṭlaq (Maṣdar) dari Yaṣuddūna. Penggunaannya menegaskan bahwa penolakan dan sikap berpaling mereka bukan hanya sedikit atau tidak disengaja, melainkan penolakan yang keras dan disengaja.

Ayat ini menyimpulkan bahwa orang munafik (yang pura-pura beriman tetapi mencari hukum Thaghut di ayat 60) menunjukkan penolakan nyata dan sengaja ketika diseru kepada kebenaran syariat Allah.