Ayat ini menjelaskan reaksi orang-orang munafik (yang dicela di ayat
60) ketika mereka diseru untuk berhukum kepada apa yang diturunkan
Allah dan kepada Rasulullah ﷺ.
🧐 Analisis
I'rāb (Gramatikal)
I. Bagian Pertama:
Panggilan untuk Kembali kepada Hukum Allah
Kata
|
I'rāb (Kedudukan
Gramatikal)
|
Keterangan/Status
|
وَ
(Wa)
|
Wāw Isti'nāfiyyah
|
Memulai kalimat baru
(melanjutkan kecaman).
|
إِذَا
(Iḏā)
|
Ẓarf Zamān Syarṭ
Ghayr Jāzim (Keterangan Waktu Syarat)
|
Manṣūb (dalam
posisi naṣb). Artinya: "Dan ketika."
|
قِيلَ
(Qīla)
|
Fi'l Māḍī Majhūl
(Kata Kerja Pasif)
|
Fi'l Syarṭ.
|
لَهُمْ
(Lahum)
|
Jārr wa Majrūr
|
Muta'alliq
(terkait) dengan Qīla.
|
تَعَالَوْا
(Ta'ālaw)
|
Fi'l Amr (Kata
Kerja Perintah)
|
Maqūl al-Qaul
(Kata yang Diucapkan) pada posisi raf' (secara makna).
Wāw al-Jamā'ah adalah Fā'il.
|
إِلَىٰ
مَا (Ilā mā)
|
Jārr wa Majrūr.
Mā adalah Ism Mawṣūl.
|
Muta'alliq
dengan Ta'ālaw. Artinya: "kepada apa yang."
|
أَنزَلَ
اللَّهُ (Anzala Allāhu)
|
Fi'l Māḍī +
Fā'il
|
Ṣilah al-Mawṣūl
(Anak Kalimat Penghubung) untuk مَا.
|
وَإِلَى
الرَّسُولِ (Wa ilā ar-rasūli)
|
Jārr wa Majrūr
|
Di-'aṭaf-kan kepada
Mā (yaitu kepada Ilā mā).
|
Ayat ini menyimpulkan bahwa orang munafik (yang pura-pura beriman
tetapi mencari hukum Thaghut di ayat 60) menunjukkan penolakan
nyata dan sengaja ketika diseru kepada kebenaran syariat Allah.