Al-Quran Online ini, ajakan untuk mendalami AlQuran sambil mencari ridho dan cinta Allah semata
Daftar Akar Kata Pada AlQuran
Dipersembahkan oleh para sukarelawan yang hanya mencari kecintaan Allah semata

An-Nisa

dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

ayat 60

Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu? Mereka hendak berhakim kepada thaghut, padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu. Dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya.

Irab Surat AnNisa ayat 60

Ayat ini mencela orang-orang munafik yang mengklaim beriman kepada wahyu Allah dan Rasul, tetapi pada saat yang sama, mereka ingin berhukum kepada Thaghut (sesembahan atau penguasa zalim selain Allah) padahal mereka telah diperintahkan untuk mengingkarinya.

🧐 Analisis I'rāb (Gramatikal)

I. Bagian Pertama: Mencela Klaim Iman yang Kontradiktif

Kata

I'rāb (Kedudukan Gramatikal)

Keterangan/Status

أَلَمْ تَرَ (Alam tara)

Hamzah (Istifhām Inkārī) + Lam (Jāzim) + Fi'l Muḍāri' Majzūm

Pertanyaan retoris bermakna pencelaan (Tawbīkh). Tara majzūm dengan ḥaḍfu ḥarf al-'illah.

إِلَى الَّذِينَ (Ilā al-laḍīna)

Jārr wa Majrūr

Muta'alliq (terkait) dengan Tara.

يَزْعُمُونَ (Yaz'umūna)

Fi'l Muḍāri'

Marfū' dengan tsubūt an-nūn. Wāw al-Jamā'ah adalah Fā'il. Kalimat ini adalah Ṣilah al-Mawṣūl (Anak Kalimat Penghubung) untuk الَّذِينَ.

أَنَّهُمْ آمَنُوا (Annahum āmanū)

Anna (Harf Taukid) + Hūm (Ism Anna) + Āmanū (Khabar Anna)

Maṣdar Mu'awwal (Annahum āmanū) adalah Maf'ūl bih dari Yaz'umūna pada posisi naṣb. Artinya: "Mereka mengklaim bahwa mereka telah beriman."

بِمَا أُنزِلَ إِلَيْكَ (Bi mā unzila ilayka)

Jārr wa Majrūr. adalah Ism Mawṣūl. Unzila (Fi'l Majhūl) adalah Ṣilah.

Terkait dengan Āmanū.

وَمَا أُنزِلَ مِن قَبْلِكَ (Wa mā unzila min qablika)

'Aṭaf kepada sebelumnya

Jārr wa Majrūr (Min Qablika) terkait dengan Unzila.



II. Bagian Kedua: Keinginan Berhukum kepada Thaghut dan Perintah Mengingkari

Kata

I'rāb (Kedudukan Gramatikal)

Keterangan/Status

يُرِيدُونَ (Yurīdūna)

Fi'l Muḍāri'

Marfū'. Wāw al-Jamā'ah adalah Fā'il. Kalimat ini adalah Ḥāl (Keadaan) bagi Al-laḍīna pada posisi naṣb.

أَن يَتَحَاكَمُوا (An yataḥākamū)

An Nāṣibah dan Fi'l Muḍāri' Manṣūb

Manṣūb dengan ḥaḍfu an-nūn. Maṣdar Mu'awwal adalah Maf'ūl bih dari Yurīdūna pada posisi naṣb.

إِلَى الطَّاغُوتِ (Ilā aṭ-ṭāghūti)

Jārr wa Majrūr

Muta'alliq dengan Yataḥākamū.

وَقَدْ أُمِرُوا (Wa qad umirū)

Wāw al-Ḥāl (Wāw Keadaan) dan Qad (Harf Taukid) + Fi'l Māḍī Majhūl

Kalimat ini adalah Jumlatu l-Ḥāl (Kalimat Keadaan) pada posisi naṣb. Wāw al-Jamā'ah adalah Nā'ib al-Fā'il.

أَن يَكْفُرُوا بِهِ (An yakfurū bihī)

An Nāṣibah dan Fi'l Muḍāri' Manṣūb

Maṣdar Mu'awwal adalah Maf'ūl bih dari Umirū pada posisi naṣb. Artinya: "Mereka diperintahkan untuk mengingkari Thaghut."

III. Bagian Ketiga: Keinginan Setan dan Kesesatan Jauh

Kata

I'rāb (Kedudukan Gramatikal)

Keterangan/Status

وَ (Wa)

Wāw Isti'nāfiyyah

Memulai kalimat baru.

يُرِيدُ الشَّيْطَانُ (Yurīdu aš-šayṭānu)

Fi'l Muḍāri' + Fā'il

Aš-šayṭānu (Setan) adalah Fā'il yang Marfū'.

أَن يُضِلَّهُمْ (An yuḍillahum)

An Nāṣibah dan Fi'l Muḍāri' Manṣūb

Hūm (ـهم) adalah Maf'ūl bih. Maṣdar Mu'awwal adalah Maf'ūl bih dari Yurīdu pada posisi naṣb.

ضَلَالًا (Ḍalālan)

Maf'ūl Muṭlaq (Maṣdar)

Manṣūb. Digunakan untuk penekanan jenis (Nau') kesesatan. Artinya: "kesesatan yang besar."

بَعِيدًا (Ba'īdan)

Na'at (Sifat)

Manṣūb, mengikuti Ḍalālan.


🔑 Poin Utama I'rāb Ayat

  1. Istifhām Inkārī: Pembukaan أَلَمْ تَرَ adalah gaya bahasa Al-Qur'an untuk menarik perhatian dan mengecam dengan keras tindakan orang-orang munafik (yang mengklaim beriman) tetapi secara praktis menolak hukum Allah.

  2. Maṣdar Mu'awwal Berulang: Ayat ini kaya akan Maṣdar Mu'awwal yang berfungsi sebagai Maf'ūl bih, menekankan objek dari klaim, keinginan, dan perintah:

    • أَنَّهُمْ آمَنُوا (Klaim).

    • أَن يَتَحَاكَمُوا (Keinginan berhukum).

    • أَن يَكْفُرُوا (Perintah mengingkari).

    • أَن يُضِلَّهُمْ (Tujuan Setan).

  3. Wāw al-Ḥāl untuk Kontradiksi: Frasa وَقَدْ أُمِرُوا (padahal sungguh mereka telah diperintahkan) datang dengan Wāw al-Ḥāl untuk menyoroti kontradiksi moral dan spiritual mereka: mereka mencari hukum yang dilarang, sementara mereka diwajibkan untuk menolaknya.

  4. Maf'ūl Muṭlaq untuk Intensitas: Penggunaan ضَلَالًا بَعِيدًا (kesesatan yang jauh) sebagai Maf'ūl Muṭlaq (Maṣdar dari Yuḍillahu) berfungsi untuk menekankan besarnya kesesatan dan bahwa itu adalah tujuan akhir dari tipu daya setan.

Ayat ini secara tegas menyatakan bahwa mencari hukum kepada Thaghut (otoritas yang bertentangan dengan syariat Allah) adalah perbuatan yang tidak konsisten dengan keimanan dan merupakan bagian dari agenda setan.