Ayat ini adalah salah satu ayat kunci dalam prinsip ketaatan dalam
Islam, yang memerintahkan ketaatan kepada Allah, Rasul-Nya, dan Ulil
Amri (pemegang kekuasaan) serta menetapkan mekanisme
penyelesaian sengketa dengan merujuk kembali kepada Al-Qur'an dan
As-Sunnah.\
I. Bagian Pertama:
Perintah Ketaatan
Kata
|
I'rāb (Kedudukan
Gramatikal)
|
Keterangan/Status
|
يَا
أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا
|
Nidā'
(Panggilan)
|
Panggilan kepada
orang-orang beriman.
|
أَطِيعُوا
(Aṭī'ū)
|
Fi'l Amr (Kata
Kerja Perintah)
|
Mabnī 'alā ḥaḍfi
an-nūn. Wāw al-Jamā'ah adalah Fā'il.
|
اللَّهَ
(Allāha)
|
Maf'ūl bih
(Objek)
|
Manṣūb.
|
وَأَطِيعُوا
الرَّسُولَ
|
'Aṭaf
(Mengikuti)
|
Di-'aṭaf-kan kepada
Aṭī'ū Allāha. Ar-Rasūla adalah Maf'ūl
bih.
|
وَأُولِي
(Wa ulī)
|
Wāw ('Aṭf)
dan Ma'ṭūf
|
Manṣūb dengan
yā' karena ia adalah Mulḥaq bi Jam' Muḏakkar
Sālim (tergolong Jam' Muḏakkar Sālim).
Di-'aṭaf-kan kepada Ar-Rasūla. Al-Amri adalah
Muḍāf Ilaih.
|
مِنكُمْ
(Minkum)
|
Jārr wa Majrūr
|
Na'at (Sifat)
untuk أُولِي
الْأَمْرِ.
|