Ayat ini merupakan kelanjutan dari kecaman terhadap Ahli Kitab
(khususnya Yahudi) yang menyembah berhala (Jibt) dan thaghut, serta
mengklaim bahwa orang-orang kafir Quraisy lebih benar jalannya
daripada orang-orang beriman (Muslim).
I. Bagian Pertama:
Pertanyaan dan Kesesatan Ahli Kitab
Kata
|
I'rāb (Kedudukan
Gramatikal)
|
Keterangan/Status
|
أَلَمْ
(Alam)
|
Hamzah (Istifhām
Inkārī) + Lam (Jāzim)
|
Pertanyaan retoris
bermakna pencelaan (Tawbīkh) dan keheranan
(Ta'ajjub).
|
تَرَ
(Tara)
|
Fi'l Muḍāri'
Majzūm
|
Majzūm dengan
ḥaḍfu ḥarf al-'illah (hilangnya alif).
Fā'il-nya ḍamīr mustatir (anda/Nabi Muhammad).
|
إِلَى
الَّذِينَ (Ilā al-laḍīna)
|
Jārr wa Majrūr
|
Muta'alliq
(terkait) dengan Tara.
|
أُوتُوا
(Ūtū)
|
Fi'l Māḍī Majhūl
(Pasif)
|
Wāw al-Jamā'ah
adalah Nā'ib al-Fā'il. Kalimat ini adalah Ṣilah
al-Mawṣūl (Anak Kalimat Penghubung) untuk الَّذِينَ.
|
نَصِيبًا
(Naṣīban)
|
Maf'ūl bih Ṡānī
(Objek Kedua)
|
Manṣūb.
|
مِّنَ
الْكِتَابِ (Mina al-kitābi)
|
Jārr wa Majrūr
|
Na'at (Sifat)
untuk نَصِيبًا.
|
يُؤْمِنُونَ
(Yu'minūna)
|
Fi'l Muḍāri'
|
Marfū' dengan
tsubūt an-nūn. Wāw al-Jamā'ah adalah Fā'il.
Kalimat ini adalah Ḥāl (Keadaan) bagi Al-laḍīna
pada posisi naṣb.
|
بِالْجِبْتِ
وَالطَّاغُوتِ (Bil-jibti wa
aṭ-ṭāghūti)
|
Jārr wa Majrūr
|
Muta'alliq
dengan Yu'minūna. Aṭ-Ṭāghūti di-'aṭaf-kan
kepada Al-Jibti.
|
🔑 Poin Utama I'rāb
Ayat
Alam Tara: Seperti ayat sebelumnya (4:44 dan 4:49),
أَلَمْ تَرَ
adalah pertanyaan retoris untuk menunjukkan keheranan
dan pencelaan terhadap penyimpangan Ahli Kitab.
Ḥāl Yu'minūna: Kalimat
يُؤْمِنُونَ
بِالْجِبْتِ وَالطَّاغُوتِ (mereka
beriman kepada Jibt dan Thaghut) adalah Ḥāl (keadaan)
bagi Ahli Kitab. Ini menjelaskan keheranan tersebut: Bagaimana
mungkin orang yang diberi Kitab (أُوتُوا
نَصِيبًا مِّنَ الْكِتَابِ)
justru beriman kepada sesembahan selain Allah.
Ism Taflīḍ Ahdā: Kata
أَهْدَىٰ
(lebih mendapat petunjuk) adalah Ism Taflīḍ
(superlatif/komparatif) yang berfungsi sebagai Khabar. Ia
membutuhkan Tamyīz untuk menjelaskan aspek perbandingannya.
Tamyīz Sabīlan: Kata سَبِيلًا
(sebagai jalan) adalah Tamyīz yang Manṣūb.
Ia menjelaskan aspek perbandingan dalam Ahdā: orang-orang
kafir lebih mendapat petunjuk dalam hal jalan/cara
dibandingkan orang-orang beriman—suatu klaim yang sesat.
Maqūl al-Qaul (Kutipan Perkataan): Seluruh kalimat
هَٰؤُلَاءِ
أَهْدَىٰ مِنَ الَّذِينَ آمَنُوا
سَبِيلًا adalah perkataan yang diucapkan
Ahli Kitab, sehingga ia berfungsi sebagai Maf'ūl bih bagi
kata kerja وَيَقُولُونَ.
Ayat ini mencela dua kejahatan besar Ahli Kitab: pertama,
penyimpangan akidah (beriman kepada Jibt dan Thaghut), dan
kedua, penyesatan sosial (menegaskan kebenaran klaim orang
kafir dan memfitnah jalan keimanan).