|
Kata
|
Jenis
Kata
|
I'rab (Kedudukan)
|
Penjelasan
|
|
إِنَّ
|
Huruf
Nāsiqah
|
Haraf
Tauhid wa Nashb
|
Huruf
penegas yang men-nashab-kan isim-nya dan
me-rafa'-kan khabar-nya.
|
|
اللَّهَ
|
Isim
Jalalah
|
Manshub (Kedudukan Nashab)
|
Isim dari إِنَّ.
|
|
رَبِّي
|
Isim + Dhamir
|
رَبُّ adalah Marfu' (Kedudukan Rafa'). ي adalah Mudhaf
Ilaih.
|
Khabar pertama
dari إِنَّ. Mudhaf.
|
|
وَ
|
Huruf
'Athaf
|
Haraf
'Athf
|
Menghubungkan رَبُّكُمْ dengan رَبِّي.
|
|
رَبُّكُمْ
|
Isim + Dhamir
|
رَبُّ adalah Marfu' (Kedudukan Rafa'). كُمْ adalah Mudhaf
Ilaih.
|
Khabar kedua
dari إِنَّ (Di-'athf-kan
kepada رَبِّي). Mudhaf.
|
|
فَ
|
Huruf
Sababiyyah
|
Fā'
As-Sababiyyah
|
Menunjukkan
akibat atau konsekuensi dari pengakuan tauhid tersebut.
|
|
اعْبُدُوهُ
|
Fi'il
Amr + Dhamir
|
اعْبُدُوا adalah Fi'il
Amr (Mabni
'Ala Ḥadzf an-Nūn). وا adalah Fā'il. هُ adalah Maf'ulun
Bih.
|
Jawab (Akibat)
dari Jumlat
Ismiyyah (إِنَّ
اللَّهَ رَبِّي وَرَبُّكُمْ).
|
|
Kata
|
Jenis
Kata
|
I'rab (Kedudukan)
|
Penjelasan
|
|
هَٰذَا
|
Isim
Isyārah
|
Mabni
'Ala As-Sukun fi mahalli Rafa'
|
Mubtada' (menunjuk
pada ajakan untuk beribadah).
|
|
صِرَاطٌ
|
Isim
|
Marfu' (Kedudukan Rafa')
|
Khabar bagi هَٰذَا.
|
|
مُّسْتَقِيمٌ
|
Isim
Fā'il
|
Marfu' (Kedudukan Rafa')
|
Na'at (Sifat)
bagi صِرَاطٌ.
|
|
إِنَّ
اللَّهَ رَبِّي...
|
Jumlat
Ismiyyah
|
Fi
mahalli Nashab
|
Maf'ul
Qawl (Objek perkataan) dari fi'il yang
dibuang (taqdirnya: qāla / Isa berkata).
|
Catatan
Penting Mengenai I'rab:
Struktur
Qawl: Seluruh
ayat ini, sejak إِنَّ
اللَّهَ رَبِّي...,
merupakan bagian dari perkataan Nabi Isa AS yang dimulai pada
ayat-49 (meski fi'il
qawl قَالَ (berkata)
dibuang di awal ayat ini, dan fi'il يُكَلِّمُ pada
ayat 46 berfungsi sebagai qawl yang
di-'athf).
Khabar
Berulang: Kata رَبِّي dan رَبُّكُمْ berfungsi
sebagai Khabar yang
di-'athf (dihubungkan)
dari Inna,
menegaskan bahwa Allah adalah Tuhan bagi Isa dan juga Tuhan bagi
seluruh Bani Israil.
Hādzā
(هَٰذَا
صِرَاطٌ مُّسْتَقِيمٌ): Kalimat
ini adalah penutup yang menegaskan bahwa jalan ketaatan dan tauhid
yang baru saja diajarkan itu adalah jalan yang lurus. Kalimat ini
adalah Jumlat
Ismiyyah yang
berdiri sendiri, tidak di-'athf kepada Maf'ul
Qawl sebelumnya.