Al-Quran Online ini, ajakan untuk mendalami AlQuran sambil mencari ridho dan cinta Allah semata
Daftar Akar Kata Pada AlQuran
Dipersembahkan oleh para sukarelawan yang hanya mencari kecintaan Allah semata

An-Nisa

dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

ayat 5

Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya, harta (mereka yang ada dalam kekuasaanmu) yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan. Berilah mereka belanja dan pakaian (dari hasil harta itu) dan ucapkanlah kepada mereka kata-kata yang baik.

Irab Surat AnNisa ayat 5



📝 Uraian I'rāb Pilihan Kata Kunci

Kata

Kedudukan I'rāb (Fungsi)

Keterangan/Status

وَلَا تُؤْتُوا (Wa lā tu'tū)

Wāw (Harf 'Aṭf), Lā Nāhiyah (Larang), dan Fi'l Muḍāri' Majzūm

Majzūm (dijazmkan), tanda jazm-nya adalah ḥaḍfu an-nūn (menghilangkan nūn). Wāw al-Jamā'ah adalah Fā'il (Subjek).

السُّفَهَاءَ (As-Sufahā'a)

Maf'ūl bih Awwal (Objek Pertama)

Manṣūb (berharakat fatḥah).

أَمْوَالَكُمُ (Amwālakum)

Maf'ūl bih Ṡānī (Objek Kedua)

Manṣūb (berharakat fatḥah). Huruf kāf (كم) adalah Muḍāf Ilaih (sandaran kata) dalam posisi jarr.

الَّتِي (Al-latī)

Ism Mawṣūl (Kata Sambung)

Mabnī 'alā sukūn fi maḥalli naṣb (tetap berharakat sukūn pada posisi naṣb), sebagai Na'at (Sifat) untuk amwālakum.

جَعَلَ (Ja'ala)

Fi'l Māḍī (Kata Kerja Lampau)

Mabnī 'alā al-fatḥ. Fā'il-nya adalah Lafẓ al-Jalālah (اللَّهُ).

قِيَامًا (Qiyāman)

Maf'ūl bih Ṡānī dari Ja'ala

Manṣūb (berharakat fatḥah). Objek kedua, artinya "penopang hidup/sarana tegaknya kehidupan".

وَارْزُقُوهُمْ (Wa arzuqūhum)

Wāw ('Aṭf) dan Fi'l Amr

Fi'l Amr mabnī 'alā ḥaḍfi an-nūn. Wāw al-Jamā'ah adalah Fā'il. Huruf hā' (هم) adalah Maf'ūl bih dalam posisi naṣb.

فِيهَا (Fīhā)

Jārr wa Majrūr (Preposisi dan Kata yang Dijarrkan)

Muta'alliq (terkait) dengan arzuqūhum. Hā' (ها) merujuk kepada أَمْوَالَكُمُ (harta kalian).

وَقُولُوا (Wa qūlū)

Wāw ('Aṭf) dan Fi'l Amr

Fi'l Amr mabnī 'alā ḥaḍfi an-nūn. Wāw al-Jamā'ah adalah Fā'il.

قَوْلًا (Qawlan)

Maf'ūl Muṭlaq (Objek Mutlak) atau Maf'ūl bih

Manṣūb (berharakat fatḥah). Jika Maf'ūl Muṭlaq, artinya: "Katakanlah perkataan yang baik".

مَّعْرُوفًا (Ma'rūfan)

Na'at (Sifat)

Manṣūb (berharakat fatḥah), mengikuti qawlan.




🔑 Poin Utama I'rāb Ayat

  1. Fi'l Muta'addī li Maf'ūlain (Kata Kerja yang Membutuhkan Dua Objek):

    • Kata kerja لَا تُؤْتُوا (Janganlah kalian berikan) adalah Fi'l yang membutuhkan dua objek (maf'ūl bih).

      • Objek 1: السُّفَهَاءَ (orang-orang yang bodoh/belum sempurna akalnya).

      • Objek 2: أَمْوَالَكُمُ (harta kalian).

    • Demikian pula kata kerja جَعَلَ (menjadikan) memiliki dua objek: لَكُمْ (bagi kalian, Jārr wa Majrūr di posisi Maf'ūl bih Awwal) dan قِيَامًا (sebagai penopang, Maf'ūl bih Ṡānī).

  2. Lā Nāhiyah (Larangan): Ayat ini dimulai dengan larangan menggunakan لَا تُؤْتُوا yang menjadikan kata kerja setelahnya Majzūm dengan membuang nūn di akhir.

  3. Harta Sebagai Penopang Hidup (Qiyāman): Kata قِيَامًا berfungsi sebagai objek kedua dari kata Ja'ala. Ini adalah penjelasan substantif yang sangat penting, menunjukkan bahwa harta tersebut memiliki fungsi vital sebagai fondasi atau penopang kehidupan.

  4. Maf'ūl Muṭlaq: Frasa قَوْلًا مَّعْرُوفًا (perkataan yang baik) di-i'rāb sebagai Maf'ūl Muṭlaq dari kata kerja وَقُولُوا (dan katakanlah), yang menekankan jenis perkataan yang harus disampaikan (yaitu ma'rūfan - yang baik).

Inti dari ayat ini adalah bahwa harta yang dikelola oleh orang dewasa adalah penopang kehidupan. Oleh karena itu, harta (milik yatim atau titipan) tidak boleh diserahkan kepada orang yang belum matang (sufahā') untuk menghindari penyalahgunaan, namun mereka tetap wajib diberi nafkah dan pakaian dari harta tersebut, serta diperlakukan dengan perkataan yang baik.