Ayat ini berisi panggilan tegas kepada Ahli Kitab, khususnya
Yahudi, untuk beriman kepada Al-Qur'an (yang membenarkan Kitab
mereka) sebelum datang hukuman yang menghapus tanda-tanda kenabian
atau kutukan yang mengubah wajah.
I. Bagian Pertama:
Panggilan dan Perintah Beriman
Kata
|
I'rāb (Kedudukan
Gramatikal)
|
Keterangan/Status
|
يَا
أَيُّهَا الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ
|
Nidā'
(Panggilan)
|
Panggilan kepada Ahli
Kitab. أُوتُوا
الْكِتَابَ adalah Ṣilah
(Anak Kalimat Penghubung), di dalamnya al-Kitāba adalah
Maf'ūl bih Ṡānī.
|
آمِنُوا
(Āminū)
|
Fi'l Amr (Kata
Kerja Perintah)
|
Mabnī 'alā ḥaḍfi
an-nūn. Wāw al-Jamā'ah adalah Fā'il
(Subjek).
|
بِمَا
(Bi mā)
|
Bā' (Jārr) +
Mā (Ism Mawṣūl Majrūr)
|
Jārr wa Majrūr
terkait dengan Āminū. Artinya: "terhadap apa
yang."
|
نَزَّلْنَا
(Nazzalnā)
|
Fi'l Māḍī +
Nā (Fā'il)
|
Ṣilah al-Mawṣūl
untuk مَا.
|
مُصَدِّقًا
(Muṣaddiqan)
|
Ḥāl (Keadaan)
|
Manṣūb
(berharakat fatḥah). Menjelaskan keadaan مَا
(Al-Qur'an), yaitu "dalam keadaan
membenarkan".
|
لِّمَا
مَعَكُم (Li mā ma'akum)
|
Lām (Jārr) +
Mā (Ism Mawṣūl Majrūr)
|
Jārr wa Majrūr
terkait dengan Muṣaddiqan. Ma'akum adalah Ẓarf
Makān (keterangan tempat) yang berfungsi sebagai Ṣilah
bagi Mā.
|
Ayat ini merupakan peringatan terakhir yang keras kepada Ahli Kitab
untuk menerima kenabian Muhammad ﷺ
dan Al-Qur'an, atau menghadapi hukuman duniawi yang
berat dan pasti, karena وَكَانَ
أَمْرُ اللَّهِ مَفْعُولًا (ketetapan
Allah pasti terlaksana).