Al-Quran Online ini, ajakan untuk mendalami AlQuran sambil mencari ridho dan cinta Allah semata
Daftar Akar Kata Pada AlQuran
Dipersembahkan oleh para sukarelawan yang hanya mencari kecintaan Allah semata

An-Nisa

dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

ayat 39

Apakah kemudaratannya bagi mereka, kalau mereka beriman kepada Allah dan hari kemudian dan menafkahkan sebahagian rezeki yang telah diberikan Allah kepada mereka? Dan adalah Allah Maha Mengetahui keadaan mereka.

Irab Surat AnNisa ayat 39

Ayat ini berfungsi sebagai pertanyaan retoris yang menegaskan bahwa tidak ada kerugian yang menimpa orang-orang beriman jika mereka berinfak dengan ikhlas dan beriman penuh, karena Allah Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana.

I. Bagian Pertama: Pertanyaan Retoris dan Kondisi Keimanan

Kata

I'rāb (Kedudukan Gramatikal)

Keterangan/Status

وَمَاذَا (Wa māḏā)

Wāw (Istināf) dan + Ḏā (Ism Istifhām)

Ism Istifhām (Kata Tanya) pada posisi raf' sebagai Mubtada'. Artinya: "Dan apa kerugiannya (bagi mereka)?"

عَلَيْهِمْ ('Alayhim)

Jārr wa Majrūr

Khabar (Predikat) dari مَاذَا pada posisi raf' (secara makna).

لَوْ (Law)

Harf Syarṭ Ghayr Jāzim (Huruf Syarat yang Tidak Menjazmkan)

Mengindikasikan syarat yang tidak terjadi (hipotetis).

آمَنُوا (Āmanū)

Fi'l Māḍī (Kata Kerja Lampau)

Fā'il-nya adalah Wāw al-Jamā'ah. Kalimat ini adalah Fi'l Syarṭ (Kata Kerja Syarat).

بِاللَّهِ (Bil-lāhī)

Jārr wa Majrūr

Muta'alliq (terkait) dengan Āmanū.

وَالْيَوْمِ الْآخِرِ (Wa al-yawmi al-ākhirī)

Wāw ('Aṭf) dan Ma'ṭūf

Majrūr (di-'aṭaf-kan kepada Lafẓ al-Jalālah).

وَأَنفَقُوا (Wa anfaqū)

Wāw ('Aṭf) dan Fi'l Māḍī

Di-'aṭaf-kan kepada Āmanū.

مِمَّا (Mimmā)

Min (Jārr) + (Ism Mawṣūl Majrūr)

Jārr wa Majrūr terkait dengan Anfaqū.

رَزَقَهُمُ (Razaqahumu)

Fi'l Māḍī. Hā' (ـهم) adalah Maf'ūl bih.

اللَّهُ (Allāhu)

Fā'il (Subjek)

Marfū'.




II. Bagian Kedua: Penegasan Ilmu dan Hikmah Allah

Kata

I'rāb (Kedudukan Gramatikal)

Keterangan/Status

وَكَانَ (Wa kāna)

Wāw (Istināf) dan Fi'l Māḍī Nāqiṣah

Mabnī 'alā al-fatḥ.

اللَّهُ (Allāhu)

Ism Kāna (Subjek Kāna)

Marfū'.

بِهِمْ (Bihim)

Jārr wa Majrūr

Muta'alliq dengan عَلِيمًا (terkait dengan sifat ilmu/pengetahuan).

عَلِيمًا ('Alīman)

Khabar Kāna Awwal (Predikat Kāna Pertama)

Manṣūb (berharakat fatḥah).

حَكِيمًا (Ḥakīman)

Khabar Kāna Ṡānī (Predikat Kāna Kedua)

Manṣūb.


🔑 Poin Utama I'rāb Ayat

  1. Gaya Bahasa Istifhām Inkārī: Pertanyaan وَمَاذَا عَلَيْهِمْ (Dan apa kerugiannya atas mereka?) adalah Istifhām Inkārī (pertanyaan retoris untuk penolakan/pengingkaran). Jawabannya tersirat: Tidak ada kerugian sama sekali yang akan menimpa mereka.

  2. Syarat Tanpa Jawaban Tertulis (Law): Huruf لَوْ (seandainya/jika) adalah Harf Syarṭ Ghayr Jāzim (tidak menjazmkan). Jawaban dari syarat لَوْ آمَنُوا... (Seandainya mereka beriman...) tidak disebutkan secara eksplisit, tetapi dipahami dari konteks: La mā ḍarrahum šay'un (Niscaya tidak ada sesuatu pun yang merugikan mereka).

  3. Implikasi Mimmā Razaqahumu Allāhu: Frasa مِمَّا رَزَقَهُمُ اللَّهُ (dari apa yang Allah rezekikan kepada mereka) menekankan bahwa infak yang dilakukan seharusnya bukanlah dari harta mereka sendiri secara mutlak, melainkan dari rezeki yang pada dasarnya adalah pemberian Allah. Ini berfungsi untuk menghancurkan sifat riya' dan kekikiran yang dibahas di ayat 37 dan 38.

  4. Penegasan Sifat Allah: Penutup وَكَانَ اللَّهُ بِهِمْ عَلِيمًا حَكِيمًا (Dan Allah Maha Mengetahui keadaan mereka, Maha Bijaksana) menjelaskan mengapa mereka tidak perlu khawatir. Allah mengetahui segala amal perbuatan mereka dan akan membalasnya dengan bijaksana. بِهِمْ (tentang mereka/keadaan mereka) terkait dengan 'Alīman (Maha Mengetahui).

Ayat ini menyajikan perbandingan antara kerugian besar yang ditimbulkan oleh kekafiran, riya', dan kekikiran, dengan manfaat besar yang didapatkan melalui keimanan dan infak yang ikhlas.