Ayat ini melanjutkan kecaman terhadap sifat-sifat buruk yang
bertentangan dengan perintah berbuat baik (ayat 36), khususnya
mengungkit perbuatan orang-orang yang berinfak (bersedekah) hanya
karena riya' (pamer) dan tidak beriman kepada Allah serta Hari
Akhir.
I. Bagian Pertama:
Mencela Infak Riya' dan Ketiadaan Iman
Kata
|
I'rāb (Kedudukan
Gramatikal)
|
Keterangan/Status
|
وَالَّذِينَ
(Wa al-laḍīna)
|
Wāw ('Aṭf)
dan Ism Mawṣūl (Kata Sambung)
|
Ma'ṭūf
(Diikuti) kepada الَّذِينَ
di ayat 37. Oleh karena itu, ia berada pada posisi
naṣb (sebagai Na'at atau Maf'ūl bih dari
Yuḥibbu yang diulang).
|
يُنفِقُونَ
(Yunfiqūna)
|
Fi'l Muḍāri'
(Kata Kerja Sekarang/Akan Datang)
|
Marfū' dengan
tsubūt an-nūn. Wāw al-Jamā'ah adalah Fā'il
(Subjek). Kalimat ini adalah Ṣilah al-Mawṣūl untuk
الَّذِينَ.
|
أَمْوَالَهُمْ
(Amwālahum)
|
Maf'ūl bih
(Objek)
|
Manṣūb
(berharakat fatḥah).
|
رِئَاءَ
(Riyā'a)
|
Maf'ūl Li Ajlih
(Objek Alasan)
|
Manṣūb
(berharakat fatḥah). Artinya: "karena
riya'/pamer." Muḍāf.
|
النَّاسِ
(An-nāsi)
|
Muḍāf Ilaih
(Sandaran Kata)
|
Majrūr.
|
وَلَا
يُؤْمِنُونَ (Wa lā yu'minūna)
|
Wāw ('Aṭf)
dan Lā Nāfiyah + Fi'l Muḍāri' Marfū'
|
Di-'aṭaf-kan kepada
Yunfiqūna. Menunjukkan bahwa mereka tidak hanya riya',
tetapi juga tidak beriman.
|
بِاللَّهِ
(Bil-lāhī)
|
Jārr wa Majrūr
|
Muta'alliq
(terkait) dengan Yu'minūna.
|
وَلَا
بِالْيَوْمِ الْآخِرِ (Wa
lā bil-yawmi al-ākhirī)
|
Wāw ('Aṭf)
dan Jārr wa Majrūr
|
Di-'aṭaf-kan kepada
Bil-lāhī. Al-Ākhiri adalah Na'at untuk
Al-Yawmi (Majrūr).
|
Intinya, ayat ini mencela orang-orang munafik yang berinfak hanya
untuk pamer dan tidak memiliki landasan iman, menunjukkan bahwa setan
adalah penyebab buruknya perbuatan mereka.