| Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri, |
Ayat ini berisi perintah yang sangat penting dalam Islam, yaitu
perintah untuk menyembah Allah semata dan berbuat baik kepada semua
orang, terutama yang memiliki hak istimewa.
I. Bagian Pertama:
Perintah Tauhid dan Larangan Syirik
Kata
|
I'rāb (Kedudukan
Gramatikal)
|
Keterangan/Status
|
وَاعْبُدُوا
(Wa 'budū)
|
Wāw (Istināf)
dan Fi'l Amr (Kata Kerja Perintah)
|
Mabnī 'alā ḥaḍfi
an-nūn. Wāw al-Jamā'ah adalah Fā'il
(Subjek).
|
اللَّهَ
(Allāha)
|
Maf'ūl bih
(Objek)
|
Manṣūb
(berharakat fatḥah).
|
وَلَا
تُشْرِكُوا (Wa lā tušrikū)
|
Wāw ('Aṭf)
dan Lā Nāhiyah + Fi'l Muḍāri' Majzūm
|
Majzūm dengan
ḥaḍfu an-nūn. Wāw al-Jamā'ah adalah Fā'il.
|
بِهِ
(Bihī)
|
Jārr wa Majrūr
|
Muta'alliq
(terkait) dengan Tušrikū.
|
شَيْئًا
(Šay'an)
|
Maf'ūl Muṭlaq
(Objek Mutlak) atau Maf'ūl bih
|
Manṣūb.
Paling tepat Maf'ūl Muṭlaq yang asalnya lā tušrikū
bihī šay'an min al-išrāk (jangan menyekutukan-Nya
sedikit pun).
|