Al-Quran Online ini, ajakan untuk mendalami AlQuran sambil mencari ridho dan cinta Allah semata
Daftar Akar Kata Pada AlQuran
Dipersembahkan oleh para sukarelawan yang hanya mencari kecintaan Allah semata

An-Nisa

dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

ayat 27

Dan Allah hendak menerima tobatmu, sedang orang-orang yang mengikuti hawa nafsunya bermaksud supaya kamu berpaling sejauh-jauhnya (dari kebenaran).

Irab Surat AnNisa ayat 27

Ayat ini melanjutkan pembahasan mengenai kehendak Allah dalam menetapkan syariat, kali ini menyoroti tujuan Allah untuk meringankan beban umat Islam dan bahaya mengikuti hawa nafsu.

I. Bagian Pertama: Kehendak Allah (Taubat dan Keringanan)

Kata

I'rāb (Kedudukan Gramatikal)

Keterangan/Status

وَاللَّهُ (Wa Allāhu)

Wāw (Istināf) dan Lafẓ al-Jalālah

Mubtada' (Subjek) pada posisi raf'.

يُرِيدُ (Yurīdu)

Fi'l Muḍāri' (Kata Kerja Sekarang/Akan Datang)

Marfū' (berharakat ḍammah). Fā'il-nya ḍamīr mustatir kembali ke Allah. Kalimat ini adalah Khabar (Predikat) dari اللَّهُ pada posisi raf'.

أَن يَتُوبَ (An yatūba)

An Nāṣibah dan Fi'l Muḍāri' Manṣūb

Yatūba adalah Manṣūb dengan fatḥah. Maṣdar Mu'awwal (أَن يَتُوبَ) adalah Maf'ūl bih (Objek) dari يُرِيدُ pada posisi naṣb. Artinya: "Allah menghendaki penerimaan taubat dari kalian."

عَلَيْكُمْ ('Alaykum)

Jārr wa Majrūr

Muta'alliq (terkait) dengan Yatūba.




II. Bagian Kedua: Kehendak Pengikut Hawa Nafsu

Kata

I'rāb (Kedudukan Gramatikal)

Keterangan/Status

وَيُرِيدُ (Wa yurīdu)

Wāw ('Aṭf) dan Fi'l Muḍāri'

Marfū' (berharakat ḍammah).

الَّذِينَ (Al-laḍīna)

Ism Mawṣūl (Kata Sambung)

Fā'il (Subjek) dari يُرِيدُ pada posisi raf'.

يَتَّبِعُونَ (Yattabi'ūna)

Fi'l Muḍāri'

Marfū' dengan tsubūt an-nūn. Wāw al-Jamā'ah adalah Fā'il. Kalimat ini adalah Ṣilah al-Mawṣūl (Anak Kalimat Penghubung) untuk الَّذِينَ.

الشَّهَوَاتِ (Aš-šahawāti)

Maf'ūl bih (Objek)

Manṣūb (dalam posisi naṣb), tanda naṣb-nya adalah kasrah sebagai pengganti fatḥah karena Jam' Mu'annaṡ Sālim (plural feminin teratur).

أَن تَمِيلُوا (An tamīlū)

An Nāṣibah dan Fi'l Muḍāri' Manṣūb

Manṣūb dengan ḥaḍfu an-nūn. Wāw al-Jamā'ah adalah Fā'il. Maṣdar Mu'awwal (أَن تَمِيلُوا) adalah Maf'ūl bih (Objek) dari يُرِيدُ yang kedua, pada posisi naṣb. Artinya: "(Mereka) menghendaki kecenderungan kalian."

مَيْلًا (Maylan)

Maf'ūl Muṭlaq (Objek Mutlak)

Manṣūb (berharakat fatḥah). Diambil dari tamīlū (Fi'l-nya), berfungsi menguatkan makna.

عَظِيمًا ('Aẓīman)

Na'at (Sifat)

Manṣūb, mengikuti Maylan.


🔑 Poin Utama I'rāb Ayat

  1. Fi'l dan Maf'ūl bih Maṣdar Mu'awwal: Inti ayat ini adalah dua kalimat yurīdu (menghendaki) yang masing-masing diikuti oleh Maf'ūl bih yang berupa Maṣdar Mu'awwal (أَن يَتُوبَ dan أَن تَمِيلُوا).

    • Yurīdu Allah: Menghendaki penerimaan taubat (Taubah).

    • Yurīdu al-laḍīna...: Menghendaki kecenderungan (Mayl).

  2. Maf'ūl Mutlaq Penguat (Maylan 'Aẓīman): Frasa مَيْلًا عَظِيمًا (kecenderungan yang besar) berfungsi sebagai Maf'ūl Muṭlaq untuk kata kerja أَن تَمِيلُوا (agar kalian cenderung). Penggunaan Maf'ūl Muṭlaq yang diikuti dengan sifat (عَظِيمًا) memberikan penekanan yang kuat bahwa kehendak para pengikut hawa nafsu adalah agar kaum mukmin berpaling dari kebenaran dengan penyimpangan yang sangat besar.

  3. Tanda Naṣb Kasrah: Kata الشَّهَوَاتِ (As-Šahawāt) berstatus Manṣūb (Objek), namun tanda naṣb-nya adalah kasrah (ـاتِ) karena ia adalah Jam' Mu'annaṡ Sālim.

Ayat ini merupakan kontras antara dua kehendak: kehendak Allah yang bersifat kasih sayang dan bertujuan meringankan beban (yurīdu an yatūba 'alaykum), dan kehendak setan serta para pengikut hawa nafsu yang bersifat menyesatkan dan bertujuan menjerumuskan manusia ke dalam penyimpangan besar (maylan 'aẓīman).