Al-Quran Online ini, ajakan untuk mendalami AlQuran sambil mencari ridho dan cinta Allah semata
Daftar Akar Kata Pada AlQuran
Dipersembahkan oleh para sukarelawan yang hanya mencari kecintaan Allah semata

Al-Baqarah

dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

ayat 262

Orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, kemudian mereka tidak mengiringi apa yang dinafkahkannya itu dengan menyebut-nyebut pemberiannya dan dengan tidak menyakiti (perasaan si penerima), mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan mereka. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

Irab Surat AlBaqarah ayat 258





🔎 I'rab Tafsili (Analisis Gramatikal Rinci)

Kata

Teks Arab

I'rab (Fungsi Gramatikal)

Keterangan

أَ

أَلَمْ تَرَ

Ḥarf Istifhām (Kata Tanya)

Untuk pertanyaan ingkari (penyangkalan), mabnī (tetap) di atas fatḥah.

لَمْ

أَلَمْ تَرَ

Ḥarf Jazm wa Nafy wa Qalb (Penjazm, Penegas Negasi, Pembalik Waktu)

Mabnī di atas sukūn.

تَرَ

أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِي

Fi'il Muḍāri' (Kata Kerja Sekarang/Akan Datang)

Majzūm (di-jazm-kan) dengan penghapusan ḥarf illah (alif). Fā'il (Pelaku) adalah ḍamīr mustatir (tersembunyi) (أَنْتَ / engkau).

إِلَى

إِلَى الَّذِي حَاجَّ

Ḥarf Jarr (Kata Depan)

Mabnī di atas sukūn.

الَّذِي

إِلَى الَّذِي حَاجَّ

Ism Mawṣūl (Kata Sambung)

Mabnī di atas sukūn, dalam posisi jarr (ism majrūr). Jārr wa Majrūr ini Muta'alliq (berkaitan) dengan تَرَ.

حَاجَّ

حَاجَّ إِبْرَاهِيمَ

Fi'il Māḍī (Kata Kerja Lampau)

Mabnī di atas fatḥahFā'il adalah ḍamīr mustatir (هُوَ). Jumlah (klausa) ini adalah Ṣilat al-Mawṣūl (Klausa Sambungan) dari الَّذِي.

إِبْرَاهِيمَ

حَاجَّ إِبْرَاهِيمَ

Maf'ūl Bih (Objek)

Manṣūb (di-nashab-kan) dengan fatḥahMamnu' min al-ṣarf (tidak menerima tanwin).

فِي

فِي رَبِّهِ

Ḥarf Jarr (Kata Depan)

رَبِّ

فِي رَبِّهِ

Ism Majrūr

Majrūr dengan kasrah, dan ia adalah Mudhaf (yang disandari).

ـهِ

فِي رَبِّهِ

Ḍamīr Muttasil (Kata Ganti Bersambung)

Mabnī di atas kasrah, dalam posisi jarr (Mudhaf Ilayh/Yang disandari). Jārr wa Majrūr ini Muta'alliq dengan حَاجَّ.

أَنْ

أَنْ آتَاهُ اللَّهُ

Ḥarf Maṣdarī (Kata yang Membentuk Maṣdar)

Mabnī di atas sukūn.

آتَى

أَنْ آتَاهُ اللَّهُ

Fi'il Māḍī (Kata Kerja Lampau)

Mabnī di atas fatḥah muqaddarah (diperkirakan). Fi'il ini membutuhkan dua objek. Maṣdar Mu'awwal (أَنْ آتَاهُ) dalam posisi jarr dengan ḥarf jarr yang ditiadakan (بِسَبَبِ أَنْ).

ـهُ

أَنْ آتَاهُ اللَّهُ

Ḍamīr Muttasil

Mabnī di atas ḍamm, dalam posisi naṣb (Maf'ūl Bih Awwal/Objek Pertama).

اللَّهُ

أَنْ آتَاهُ اللَّهُ

Lafẓul Jalālah

Fā'il (Pelaku), marfū' dengan ḍammah.

الْمُلْكَ

الْمُلْكَ

Maf'ūl Bih Tsānī (Objek Kedua)

Manṣūb dengan fatḥah.

إِذْ

إِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ

Ẓarf Zamān (Keterangan Waktu)

Mabnī di atas sukūn, dalam posisi naṣbMuta'alliq dengan حَاجَّ.

قَالَ

إِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ

Fi'il Māḍī (Kata Kerja Lampau)

Mabnī di atas fatḥah.

إِبْرَاهِيمُ

إِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ

Fā'il (Pelaku)

Marfū' dengan ḍammahJumlah ini adalah Mudhaf Ilayh dari إِذْ.

رَبِّيَ

رَبِّيَ الَّذِي يُحْيِي

Mubtada' (Subjek Nominal)

رَبُّ (marfū' dengan ḍammah muqaddarah) dan يَاءُ al-Mutakallim (Mudhaf Ilayh).

الَّذِي

رَبِّيَ الَّذِي يُحْيِي

Khabar (Predikat)

Ism Mawṣūlmabnī di atas sukūn, dalam posisi rafa'.