Al-Quran Online ini, ajakan untuk mendalami AlQuran sambil mencari ridho dan cinta Allah semata
Daftar Akar Kata Pada AlQuran
Dipersembahkan oleh para sukarelawan yang hanya mencari kecintaan Allah semata

Al-Baqarah

dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

ayat 245

Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.

Irab Surat AlBaqarah ayat 245



1. Bagian Awal: Pertanyaan Retoris tentang Pinjaman kepada Allah

Kata

Jenis I'rab

Kedudukan / Keterangan

مَنْ (Man)

Ism Istifhām

Ism Istifhām (kata tanya) dalam posisi raf'u sebagai Mubtada’ (subjek).

ذَا (Dza)

Ism Isyārah

Ism Isyārah (kata tunjuk) dalam posisi raf'u sebagai Khabar (predikat) bagi man, atau sebagai Na'at (sifat) bagi man.

ٱلَّذِي (Alladzī)

Ism Mausūl

Ism Mausūl (kata sambung) dalam posisi raf'u sebagai Badal (pengganti) dari Dza atau Khabar bagi man (jika Dza dianggap zā'idah—tambahan).

يُقْرِضُ (Yuqriḍu)

Fi'il Mudhāri'

Fi'il mudhāri' marfū' dengan dhammahFā'il dhamīr mustatir (Huwa), kembali kepada alladzīJumla ini adalah shilah al-mausūllā mahalla lahā min al-i'rāb.

ٱللَّهَ (Allāha)

Ism

Maf'ūl bih (objek) bagi yuqriḍumanshūb.

قَرْضًا (Qarḍan)

Ism

Maf'ūl Mutlaq (objek absolut) bagi yuqriḍumanshūb.

حَسَنًا (Ḥasanan)

Ism

Na'at (sifat) bagi qarḍanmanshūb.

فَيُضَٰعِفَهُۥ (fayudā'ifahū)

Harf + Fi'il Mudhāri'

Fā' as-sababiyyah (penyebab) atau al-'aṭf (penghubung). Yudā'ifa fi'il mudhāri' manshūb (oleh an yang tersembunyi setelah fā' as-sababiyyah, atau dianggap ma'ṭūf pada yuqriḍu). Fā'il dhamīr mustatir (Huwa), kembali kepada Allah.  maf'ūl bih (objek), kembali kepada qarḍan.

لَهُۥٓ (lahū)

Harf + Dhamīr

Jār wa majrūr berkaitan dengan yudā'ifa.

أَضْعَافًا (Aḍ'āfan)

Ism

Badal (pengganti) dari  (dhamīr pada yudā'ifahū), manshūb, atau Tamyīz (penjelas).

كَثِيرَةً (katsīratan)

Ism

Na'at (sifat) bagi aḍ'āfanmanshūb.


2. Bagian Kedua: Kekuasaan dan Akhir Kepulangan

Kata

Jenis I'rab

Kedudukan / Keterangan

وَٱللَّهُ (Wallāhu)

Harf + Ism

Wawu istī'nāfAllāhu Mubtada’marfū'.

يَقْبِضُ (Yaqbiḍu)

Fi'il Mudhāri'

Fi'il mudhāri' marfū'Fā'il dhamīr mustatir (Huwa). Jumla ini adalah Khabar bagi Allāhu.

وَيَبْصُۜطُ (wa yabsuṭu)

Harf + Fi'il Mudhāri'

Wawu harf 'athfYabsuṭu fi'il mudhāri' marfū', di-'athf pada yaqbiḍu.

وَإِلَيْهِ (wa ilaihi)

Harf + Harf + Dhamīr

Wawu istī'nāfIlā harf jarr majrūr secara mahallAl-Jār wa al-majrūr dalam posisi khabar muqaddam (predikat didahulukan).

تُرْجَعُونَ (turja'ūna)

Fi'il Mudhāri'

Fi'il mudhāri' majhūl (pasif), marfū' dengan tsubūt an-nūnWāwu Nā'ib al-Fā'ilJumla ini adalah mubtada’ mu'akhkhar (subjek diakhirkan) secara mahall, atau khabar dari mubtada' yang dibuang (an-tam turja'ūna ilaihi).


💡 Poin Utama I'rab Ayat 245

  1. Man Dza Alladzī (مَنْ ذَا ٱلَّذِي): Ini adalah Istifhām (pertanyaan) yang berfungsi sebagai Ta'ajjub (ungkapan rasa takjub) dan Targīb (motivasi/ajakan). Tujuannya adalah untuk menarik perhatian pada keutamaan memberi pinjaman.

  2. Qarḍan Ḥasanan (قَرْضًا حَسَنًا): Qarḍan adalah Maf'ūl Mutlaq (manshūb). Fungsi maf'ūl mutlaq di sini adalah untuk menegaskan perbuatan yuqriḍu (meminjamkan) dan membatasi bahwa pinjaman tersebut harus berupa qarḍan ḥasanan (pinjaman yang baik, tanpa mengharapkan keuntungan duniawi).

  3. Fayudā'ifahū (فَيُضَٰعِفَهُۥ):

    • Terdapat dua pandangan i'rab:

      • Aṭf: Di-'athf pada yuqriḍu, sehingga tetap marfū' (jika fā' hanya penghubung urutan).

      • Naṣb (Paling Kuat): Fi'il yudā'ifa manshūb oleh an yang tersembunyi (mudhmarah) setelah Fā' as-Sababiyyah (Fā' sebab-akibat), karena didahului oleh istifhām (pertanyaan) yang bersifat talab (permintaan/ajakan). Artinya: "Siapa yang mau meminjamkan sehingga (sebagai akibatnya) Allah melipatgandakannya?"

  4. Yaqbiḍu wa Yabsuṭu (يَقْبِضُ وَيَبْصُۜطُ): Secara harfiah berarti menahan (rezeki) dan melapangkan (rezeki). Frasa ini mengingatkan bahwa meskipun Allah mengajak meminjam, Dialah yang memegang kendali penuh atas segala rezeki.

  5. Wa Ilaihi Turja'ūn (