Al-Quran Online ini, ajakan untuk mendalami AlQuran sambil mencari ridho dan cinta Allah semata
Daftar Akar Kata Pada AlQuran
Dipersembahkan oleh para sukarelawan yang hanya mencari kecintaan Allah semata

Al-Baqarah

dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

ayat 242

Demikianlah Allah menerangkan kepadamu ayat-ayat-Nya (hukum-hukum-Nya) supaya kamu memahaminya.

Irab Surat AlBaqarah ayat 242



1. I'rab Surah Al-Baqarah Ayat 242

Kata

Jenis I'rab

Kedudukan / Keterangan

كَذَٰلِكَ (Kadzālika)

Harf + Ism Isyārah

Kāf harf jarr (huruf perumpamaan), berkaitan dengan yubayyinuDzālika ism isyārah (kata tunjuk) dalam posisi jar (majrūr). Maknanya: seperti itulah.

يُبَيِّنُ (Yubayyinu)

Fi'il Mudhāri'

Fi'il mudhāri' marfū' dengan dhammah. (Artinya: Dia menjelaskan).

ٱللَّهُ (Allāhu)

Ism

Fā'il (subjek) bagi yubayyinumarfū' dengan dhammah.

لَكُمْ (lakum)

Harf + Dhamīr

Lām harf jarrKum majrūr secara mahallAl-Jār wa al-majrūr berkaitan dengan yubayyinu.

ءَايَٰتِهِۦ (āyātihī)

Ism

Maf'ūl bih (objek) bagi yubayyinumanshūb dengan kasrah (sebagai pengganti fathah) karena merupakan jam' mu'annats sālim (plural feminin salim).  mudhāf ilaih.

لَعَلَّكُمْ (la'allakum)

Harf + Dhamīr

La'alla harf tawaqqu' (huruf harapan/kemungkinan) dan nashb (penashab). Kum ism la'alla (manshūb secara mahall).

تَعْقِلُونَ (ta'qilūna)

Fi'il Mudhāri'

Fi'il mudhāri' marfū' dengan tsubūt an-nūnWāwu fā'ilJumla ini dalam posisi raf'u sebagai khabar la'alla (predikat la'alla).


2. Penjelasan Singkat Makna I'rab

Ayat ini berfungsi sebagai penutup dan kesimpulan dari serangkaian ayat-ayat hukum panjang (mulai dari talak, iddah, mahar, hingga wasiat).

  1. Kadzālika Yubayyinu (كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ):

    • Kāf tasybīh (perumpamaan) pada awal ayat merujuk kembali kepada cara penjelasan seluruh hukum yang telah diuraikan dalam ayat-ayat sebelumnya. Artinya, "Sebagaimana Allah telah menjelaskan hukum-hukum talak, iddah, dan nafkah dengan sangat rinci dan jelas, seperti itulah Dia menjelaskan ayat-ayat-Nya yang lain."

  2. Āyātihī (ءَايَٰتِهِۦ):

    • Secara gramatikal, kata ini menunjukkan kasus i'rab yang menarik. Karena ia adalah jam' mu'annats sālim (bentuk plural feminin yang beraturan), ia dinashabkan (manshūb) dengan tanda kasrah, bukan fathah. Tanda i'rab ini penting untuk menunjukkan bahwa yang dijelaskan Allah adalah ayat-ayat-Nya (sebagai objek).

  3. La'allakum Ta'qilūn (لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ):

    • Frasa ini menyatakan tujuan atau hikmah di balik penjelasan hukum yang begitu detail. Tujuan tersebut adalah agar manusia berpikir, memahami, dan menggunakan akal (ta'qilūn) mereka untuk menerima dan mengamalkan hukum-hukum tersebut. Ini menempatkan akal sebagai alat penting untuk memahami syariat.