Al-Quran Online ini, ajakan untuk mendalami AlQuran sambil mencari ridho dan cinta Allah semata
Daftar Akar Kata Pada AlQuran
Dipersembahkan oleh para sukarelawan yang hanya mencari kecintaan Allah semata

Al-Baqarah

dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

ayat 238

Peliharalah segala salat (mu), dan (peliharalah) shalat wusthaa. Berdirilah karena Allah (dalam salatmu) dengan khusyuk.

Irab Surat AlBaqarah ayat 238

1. Perintah Menjaga Salat

Kata

Jenis I'rab

Kedudukan / Keterangan

حَافِظُوا۟ (Ḥāfiẓū)

Fi'il Amr

Fi'il amr (kata kerja perintah), mabnī 'alā ḥadzfi an-nūn (dibangun di atas penghilangan nūn). Wāwu al-jamā'ah adalah fā'il (subjek).

عَلَى ٱلصَّلَوَٰتِ ('ala aṣ-ṣalawāti)

Harf + Ism

'Alā harf jarr (preposisi). Aṣ-ṣalawāti majrūr dengan kasrahAl-jār wa al-majrūr berkaitan dengan ḥāfiẓū.

وَٱلصَّلَوٰةِ (wa aṣ-ṣalāti)

Harf + Ism

Wawu harf 'athf (penghubung). Aṣ-ṣalāti di-'athf pada aṣ-ṣalawātimajrūr dengan kasrah.

ٱلْوُسْطَىٰ (al-wusṭā)

Ism

Na'at (sifat) bagi aṣ-ṣalātimajrūr dengan kasrah muqaddarah (yang diperkirakan) di atas alif (karena isim maqṣūr).


2. Perintah Berdiri Khusyuk

Kata

Jenis I'rab

Kedudukan / Keterangan

وَقُومُوا۟ (Wa qūmū)

Harf + Fi'il Amr

Wawu harf 'athfQūmū fi'il amrmabnī 'alā ḥadzfi an-nūnWāwu fā'il.

لِلَّهِ (lillāhi)

Harf + Ism

Lām harf jarrAllāhi majrūrAl-jār wa al-majrūr berkaitan dengan qūmū.

قَٰنِتِينَ (qānitīna)

Ism

Ḥāl (keadaan) bagi fā'il (wāwu) pada qūmūmanshūb dengan yā’ karena jam' mudzakkar sālim (plural maskulin salim).


💡 Poin Utama I'rab Ayat 238

  1. Ḥāfiẓū (حَافِظُوا۟): Perintah ini bersifat umum, mencakup semua salat.

  2. Wa aṣ-Ṣalāti al-Wusṭā (وَٱلصَّلَوٰةِ ٱلْوُسْطَىٰ): Frasa ini di-'athf (dihubungkan) pada aṣ-ṣalawāti.

    • Secara tata bahasa, penyebutan khusus (Salat Wusṭā) setelah penyebutan umum (Salawāt) disebut 'Aṭf al-Khāṣṣ 'alā al-'Āmm (menghubungkan yang khusus pada yang umum). Tujuannya adalah untuk menunjukkan keutamaan dan penekanan khusus pada salat Wusṭā (yang mayoritas ulama tafsir mengartikannya sebagai salat Ashar).

    • Al-Wusṭā adalah Na'at (sifat) dari Aṣ-Ṣalāti, ia mengikuti man'ūt (yang disifati) dalam i'rab (yaitu jar), meskipun tanda jarr-nya berupa kasrah muqaddarah karena berakhiran alif.

  3. Qānitīna (قَٰنِتِينَ): Kata ini berfungsi sebagai Ḥāl (penjelas keadaan) bagi orang-orang yang melaksanakan perintah qūmū (berdiri). Artinya: Berdirilah karena Allah dalam keadaan qānitīn (khusyuk, tunduk, taat, dan lama berdiri).