Al-Quran Online ini, ajakan untuk mendalami AlQuran sambil mencari ridho dan cinta Allah semata
Daftar Akar Kata Pada AlQuran
Dipersembahkan oleh para sukarelawan yang hanya mencari kecintaan Allah semata

Al-Baqarah

dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

ayat 236

Tidak ada kewajiban membayar (mahar) atas kamu, jika kamu menceraikan istri-istrimu sebelum kamu bercampur dengan mereka dan sebelum kamu menentukan maharnya. Dan hendaklah kamu berikan suatu mut-ah (pemberian) kepada mereka. Orang yang mampu menurut kemampuannya dan orang yang miskin menurut kemampuannya (pula), yaitu pemberian menurut yang patut. Yang demikian itu merupakan ketentuan bagi orang-orang yang berbuat kebajikan.

Irab Surat AlBaqarah ayat 236



1. Bagian Awal: Larangan Dosa (Tidak Ada Mahār)

Kata

Jenis I'rab

Kedudukan / Keterangan

لَّا جُنَاحَ (Lā junāha)

Harf + Ism

 nāfiyah li al-jinsi (menafikan jenis dosa). Junāha ism lā mabnī 'alā al-fath (manshūb secara mahall).

عَلَيْكُمْ ('alaikum)

Harf + Dhamīr

Jār wa majrūr berkaitan dengan khabar lā yang tersembunyi (mustaqirr).

إِن طَلَّقْتُمُ (in ṭallaqtumu)

Harf + Fi'il Mādhī

In harf syart (syarat), jāzimah (menjazmkan). Ṭallaqtum fi'il mādhī pada posisi jazm (fi'il syarat), tum fā'il.

ٱلنِّسَآءَ (an-nisā'a)

Ism

Maf'ūl bih (objek), manshūb dengan fathah.

مَا لَمْ تَمَسُّوهُنَّ (mā lam tamassūhunna)

Ism + Harf + Fi'il Mudhāri'

 mashdariyyah dzarfiyyah (kata mashdar yang mengandung makna waktu) pada posisi nashb sebagai dzarf zamānLam harf jazm (huruf penjazm). Tamassū fi'il mudhāri' majzūm dengan hadzf an-nūnWāwu fā'ilHunna maf'ūl bihAl-mashdar al-mu'awwal dari mā... menjadi mudhāf ilaih bagi khabar yang dibuang (taqdīrnya: muddatu 'adam masīsi-hinna).

أَوْ تَفْرِضُوا۟ (au tafridū)

Harf + Fi'il Mudhāri'

Au harf 'athfTafridū fi'il mudhāri' majzūm di-'athf pada tamassū (atau maḥall-nya). Wāwu fā'il.

لَهُنَّ (lahunna)

Harf + Dhamīr

Jār wa majrūr berkaitan dengan tafridū.

فَرِيضَةًۭ (farīḍatan)

Ism

Maf'ūl bih bagi tafridūmanshūb.


2. Bagian Perintah Mut'ah (Pemberian Penghibur)

Kata

Jenis I'rab

Kedudukan / Keterangan

وَمَتِّعُوهُنَّ (wa matti'ūhunna)

Harf + Fi'il Amr

Wawu istī'nāfMatti'ū fi'il amr (kata kerja perintah), Wāwu fā'ilHunna maf'ūl bihJumla ini adalah jawab syart bagi in ṭallaqtum (karena fi'il perintah, fā' telah dibuang, atau dianggap istī'nāf).

عَلَى ٱلْمُوسِعِ ('ala al-mūsi'i)

Harf + Ism

Jār wa majrūr dalam posisi khabar muqaddam (predikat didahulukan). (Mūsi' artinya orang kaya/mampu).

قَدَرُهُۥ (qadaruhu)

Ism

Mubtada’ mu'akhkhar (subjek diakhirkan), marfū' mudhāf ilaihJumla ini adalah tafsīr (penjelasan) bagi matti'ūhunna.

وَعَلَى ٱلْمُقْتِرِ قَدَرُهُۥ (wa 'ala al-muqtiri qadaruhu)

Harf + Jār wa Majrūr + Ism

Di-'athf pada frasa sebelumnya, i'rābnya sama (Muqtir artinya orang miskin/sempit rezeki).

مَتَٰعًۭا (matā'an)

Ism

Maf'ūl mutlaq (objek absolut) bagi matti'ūhunna (atau masdar yang berfungsi sebagai hāl), manshūb.

بِٱلْمَعْرُوفِ (bil ma'rūfi)

Harf + Ism

Jār wa majrūr berkaitan dengan matā'an.

حَقًّا (ḥaqqan)

Ism

Maf'ūl mutlaq bagi fi'il yang dibuang (taqdīrnya: aḥaqqa ḥaqqan), manshūb.

عَلَى ٱلْمُحْسِنِينَ ('ala al-muḥsinīna)

Harf + Ism

Jār wa majrūr berkaitan dengan ḥaqqanAl-muḥsinīna majrūr dengan yā’ karena jam' mudzakkar sālim (plural maskulin salim).


💡 Poin Utama I'rab Ayat 236

  1. Mā Lam Tamassūhunna (مَا لَمْ تَمَسُّوهُنَّ): Ini adalah dzarf yang mengandung syarat, yang membatasi hukum larangan dosa.  di sini adalah mashdariyyah dzarfiyyah.

  2. Jawab Syarat (In Ṭallaqtum): Secara ketat, fi'il syaratnya adalah in ṭallaqtum. Jawab syaratnya tidak muncul secara formal (ma'lūm), tetapi maknanya terkandung dalam Lā Junāha 'Alaikum (sebagai muqaddam / didahulukan) dan perintah wa Matti'ūhunna (yang berfungsi sebagai penjelasan hukum/ketetapan).

  3. Matā'an (مَتَٰعًۭا) dan Ḥaqqan (حَقًّا): Keduanya adalah Maf'ūl Mutlaq yang menunjukkan penekanan dan penegasan terhadap perintah memberi mut'ah:

    • Matā'an: Menekankan jenis pemberian (pemberian penghibur).

    • Ḥaqqan: Menegaskan bahwa pemberian ini adalah sebuah keharusan atau ketetapan.

  4. 'Alā al-Mūsi'i Qadaruhu (عَلَى ٱلْمُوسِعِ قَدَرُهُۥ): Merupakan Qashr (pembatasan) dengan mendahulukan khabar jār wa majrūr ('Alā al-Mūsi'i) daripada Mubtada’-nya (Qadaruhu), yang memberikan penekanan pada kewajiban masing-masing pihak sesuai dengan kemampuan finansialnya.