Al-Quran Online ini, ajakan untuk mendalami AlQuran sambil mencari ridho dan cinta Allah semata
Daftar Akar Kata Pada AlQuran
Dipersembahkan oleh para sukarelawan yang hanya mencari kecintaan Allah semata

Al-Baqarah

dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

ayat 231

Apabila kamu menalak istri-istrimu, lalu mereka mendekati akhir idahnya, maka rujukilah mereka dengan cara yang makruf, atau ceraikanlah mereka dengan cara yang makruf (pula). Janganlah kamu rujuki mereka untuk memberi kemudaratan, karena dengan demikian kamu menganiaya mereka. Barang siapa berbuat demikian, maka sungguh ia telah berbuat lalim terhadap dirinya sendiri. Janganlah kamu jadikan hukum-hukum Allah sebagai permainan. Dan ingatlah nikmat Allah padamu, dan apa yang telah diturunkan Allah kepadamu yaitu Al Kitab (Al Qur'an) dan Al Hikmah (As Sunah). Allah memberi pengajaran kepadamu dengan apa yang diturunkan-Nya itu. Dan bertakwalah kepada Allah serta ketahuilah bahwasanya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

Irab Surat AlBaqarah ayat 231



1. Bagian Awal: Syarat dan Jawab Syarat (Hukum Talak dan Rujuk)

Kata

I'rab

Keterangan

وَإِذَا (Wa idza)

Wawu adalah huruf 'athf (penghubung). Idza adalah dzarf (kata keterangan waktu) yang mengandung makna syarat, berkaitan dengan f'am-sikūhunna.

طَلَّقْتُمُ (thallaqtumu)

Fi'il mādhī (kata kerja lampau). Tā’ dhummah adalah fā'il (subjek). Jumla (kalimat) ini dalam posisi mahallu jar (kedudukan majrūr) sebagai mudhāf ilaih (yang disandarkan) bagi idzā.

ٱلنِّسَآءَ (an-nisā’a)

Maf'ūl bih (objek) bagi thallaqtum, manshūb (dinashabkan) dengan fathah.

فَبَلَغْنَ (fa balaghna)

Fā' adalah harf 'athf (huruf penghubung). Balaghna adalah Fi'il mādhī yang mabnī 'alā as-sukūn (dibangun di atas sukun). Nūn an-niswah adalah fā'il. Jumla ini ma'thūf (dihubungkan) pada thallaqtum.

أَجَلَهُنَّ (ajalahunna)

Maf'ūl bih bagi balaghna, manshūb dengan fathah. Hā' adalah mudhāf ilaih. (Makna "mencapai ajalnya" di sini adalah mendekati akhir masa iddah).

فَأَمْسِكُوهُنَّ (fa amsikūhunna)

Fā' adalah fā' al-jāmi'ah (fā' jawab syarat). Amsikū adalah fi'il amr (kata kerja perintah), mabnī 'alā hadzfi an-nūn (dibangun di atas penghilangan nūn). Wāwu al-jamā'ah adalah fā'il. Hunna adalah maf'ūl bih. Jumla ini lā mahalla lahā min al-i'rāb (tidak memiliki kedudukan dalam i'rāb) sebagai jawab syarat bagi idzā.

بِمَعْرُوفٍ (bi ma'rūfin)

Jār wa majrūr (preposisi dan kata yang dimajrūrkan) berkaitan dengan amsikūhunna.

أَوْ سَرِّحُوهُنَّ (au sarrihūhunna)

Au adalah harf 'athf. Sarrihūhunna di-'athf pada amsikūhunna, i'rābnya sama.

بِمَعْرُوفٍ (bi ma'rūfin)

Jār wa majrūr berkaitan dengan sarrihūhunna.


2. Bagian Larangan Pertama (Larangan Merugikan)

Kata

I'rab

Keterangan

وَلَا تُمْسِكُوهُنَّ (wa lā tumsikūhunna)

Wāwu adalah harf 'athf. adalah lā nāhiyah (lā larangan), jāzimah (menjazmkan). Tumsikū adalah fi'il mudhāri' majzūm (kata kerja sedang/akan yang dijazmkan) dengan hadzf an-nūn (penghilangan nūn). Wāwu adalah fā'il. Hunna adalah maf'ūl bih.

ضِرَارًا (dhirāran)

Maf'ūl li ajlih (objek karena), manshūb dengan fathah. Artinya: karena maksud memberi kemudaratan.

لِّتَعْتَدُوا۟ (li ta'tadū)

Lām adalah lām at-ta'līl (lām sebab). Ta'tadū adalah fi'il mudhāri' manshūb (dinashabkan) oleh an yang tersembunyi (mudhmarah) setelah lām. Tanda nashabnya adalah hadzf an-nūn (penghilangan nūn). Al-mashdar al-mu'awwal (bentuk masdar yang ditakwilkan, yaitu an + fi'il) dalam posisi jar (majrūr) oleh lām. Al-jār wa al-majrūr (frasa preposisional) ini berkaitan dengan dhirāran.


3. Bagian Peringatan (Ancaman bagi Pelaku Kezaliman)

Kata

I'rab

Keterangan

وَمَن يَّفْعَلْ (wa man yaf'al)

Wāwu adalah harf istī'nāf (huruf permulaan kalimat baru). Man adalah ism syart (kata syarat) mabnī 'alā as-sukūn (dibangun di atas sukun), dalam posisi raf'u (marfū') sebagai mubtada’ (subjek). Yaf'al adalah fi'il syart (kata kerja syarat), majzūm dengan sukūn.

ذَٰلِكَ (dzālika)

Ism isyārah (kata tunjuk), dalam posisi nashb (manshūb) sebagai maf'ūl bih bagi yaf'al.

فَقَدْ ظَلَمَ نَفْسَهُۥ (fa qad zhalama nafsahu)

Fā' adalah fā' rābitah (fā' penghubung, yaitu jawab syarat). Qad adalah harf tahqīq (huruf penguat). Zhalama adalah fi'il mādhī, fā'il-nya adalah dhamīr mustatir (kata ganti tersembunyi) yang kembali kepada man. Nafsahu adalah maf'ūl bih. Jumla ini dalam posisi raf'u (marfū') sebagai khabar (predikat) bagi man.


4. Bagian Larangan Kedua dan Perintah Mengingat Nikmat

Kata

I'rab

Keterangan

وَلَا تَتَّخِذُوٓا۟ (wa lā tattakhidzū)

Wāwu adalah harf 'athf. adalah lā nāhiyah. Tattakhidzū adalah fi'il mudhāri' majzūm dengan hadzf an-nūn. Wāwu adalah fā'il.

ءَايَٰتِ ٱللَّهِ (āyātillāhi)

Āyāti adalah maf'ūl bih awwal (objek pertama), manshūb dengan kasrah karena merupakan jam' mu'annats sālim (plural feminin salim). Allāh adalah mudhāf ilaih, majrūr dengan kasrah.

هُزُوًا (huzuwan)

Maf'ūl bih tsānī (objek kedua), manshūb dengan fathah.

وَٱذْكُرُوا۟ (wadz-kurū)

Wāwu adalah harf 'athf. Udz-kurū adalah fi'il amr dengan hadzf an-nūn. Wāwu adalah fā'il.

نِعْمَتَ ٱللَّهِ (ni'matallāhi)

Ni'mata adalah maf'ūl bih, manshūb dengan fathah. Allāh adalah mudhāf ilaih, majrūr dengan kasrah.

عَلَيْكُمْ ('alaikum)

Jār wa majrūr berkaitan dengan udzkurū (atau hālan (keadaan) dari ni'mah).

وَمَآ أَنزَلَ (wa mā anzala)

Wāwu adalah harf 'athf. adalah ism mausūl (kata sambung) dalam posisi nashb (manshūb) di-'athf pada ni'mata. Anzala adalah fi'il mādhī, fā'il-nya adalah dhamīr mustatir (Huwa) yang kembali kepada Allāh.

عَلَيْكُم ('alaikum)

Jār wa majrūr berkaitan dengan anzala.

مِّنَ ٱلْكِتَٰبِ (minal kitābi)

Jār wa majrūr berkaitan dengan hāl (keadaan) bagi (yaitu kā'inan minal kitābi).

وَٱلْحِكْمَةِ (wal hikmah)

Wāwu adalah harf 'athf. Al-hikmati di-'athf pada al-kitābi, majrūr dengan kasrah.

يَعِظُكُم بِهِۦ (ya'izhukum bihi)

Ya'izhu adalah fi'il mudhāri', fā'il-nya dhamīr mustatir (Huwa) kembali kepada Allāh. Kum adalah maf'ūl bih. Bihi adalah jār wa majrūr berkaitan dengan ya'izhu. Jumla ini dalam posisi nashb (manshūb) sebagai hāl (keadaan) dari mā anzala (atau dari Allāh).


5. Bagian Penutup (Perintah Bertakwa dan Pengetahuan Allah)

Kata

I'rab

Keterangan

وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ (wattaqullāha)

Wāwu adalah harf 'athf. Ittaqū adalah fi'il amr dengan hadzf an-nūn. Wāwu adalah fā'il. Allāha adalah maf'ūl bih.

وَٱعْلَمُوٓا۟ (wa'lamū)

Wāwu adalah harf 'athf. I'lamū adalah fi'il amr dengan hadzf an-nūn. Wāwu adalah fā'il.

أَنَّ ٱللَّهَ (annallāha)

Anna adalah harf taukīd wa nashb (huruf penguat dan penashab). Allāha adalah ism anna (isim anna), manshūb dengan fathah.

بِكُلِّ شَىْءٍ (bi kulli syai'in)

Bikulli adalah jār wa majrūr berkaitan dengan 'alīmun. Syai'in adalah mudhāf ilaih.

عَلِيمٌ ('alīmun)

Khabar anna (khabar anna), marfū' dengan dhammatain. An-wa mā ba'dahā (anna dan setelahnya) yaitu al-mashdar al-mu'awwal (annallāha... 'alīmun) dalam posisi nashb (manshūb) sebagai masad maf'ūlain (pengganti dua objek) bagi i'lamū.


Catatan Penting mengenai I'rab:

  • Idzā (إِذَا): Seringkali dianggap sebagai dzarf yang mengandung makna syarat dan jawabnya adalah fa amsikūhunna.

  • Balaghna Ajalahunna (فَبَلَغْنَ أَجَلَهُنَّ): Makna balaghn (mencapai) di sini ditafsirkan sebagai qaribna (mendekati), yaitu mendekati akhir masa iddah, karena perintah amsikūhunna (rujuk) atau sarrihūhunna (biarkan iddah habis) hanya berlaku sebelum iddah berakhir.

  • Dhiraaran (ضِرَارًا): Merupakan maf'ūl li ajlih, yang menjelaskan tujuan dari perbuatan lā tumsikūhunna (janganlah kamu tahan/rujuk), yaitu tujuannya adalah memberi mudarat.

  • Man Yaf'al Dzālika (وَمَن يَفْعَلْ ذَٰلِكَ): Menggunakan uslūb as-syarth (gaya bahasa syarat) di mana man adalah mubtada', yaf'al adalah fi'il syarat, dan fa qad zhalama nafsahu adalah jawab syarat yang sekaligus menjadi khabar bagi man.