Al-Quran Online ini, ajakan untuk mendalami AlQuran sambil mencari ridho dan cinta Allah semata
Daftar Akar Kata Pada AlQuran
Dipersembahkan oleh para sukarelawan yang hanya mencari kecintaan Allah semata

An-Nisa

dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

ayat 20

Dan jika kamu ingin mengganti istrimu dengan istri yang lain, sedang kamu telah memberikan kepada seseorang di antara mereka harta yang banyak, maka janganlah kamu mengambil kembali daripadanya barang sedikit pun. Apakah kamu akan mengambilnya kembali dengan jalan tuduhan yang dusta dan dengan (menanggung) dosa yang nyata?

Irab Surat AnNisa ayat 20



Ayat ini membahas tentang larangan mengambil kembali mahar yang besar jika seseorang ingin menceraikan istri dan menikahi wanita lain.

I. Bagian Pertama: Ketentuan Syarat dan Jawab Syarat

Kata

I'rāb (Kedudukan Gramatikal)

Keterangan/Status

وَإِنْ (Wa in)

Wāw ('Aṭf) dan In (Syarat Jāzim)

In adalah Ḥarf Syarṭ Jāzim (huruf syarat yang menjazmkan).

أَرَدتُّمُ (Aradtumū)

Fi'l Māḍī (Kata Kerja Lampau)

Fi'l Syarṭ (Kata Kerja Syarat) pada posisi jazm. Tā' (ـتم) adalah Fā'il (Subjek).

اسْتِبْدَالَ (Istibdāla)

Maf'ūl bih (Objek)

Manṣūb (berharakat fatḥah). Ia adalah Muḍāf (disandarkan).

زَوْجٍ (Zawjin)

Muḍāf Ilaih (Sandaran Kata)

Majrūr (berharakat kasrah).

مَّكَانَ (Makāna)

Ẓarf Makān (Keterangan Tempat)

Manṣūb (berharakat fatḥah). Muḍāf.

زَوْجٍ (Zawjin)

Muḍāf Ilaih

Majrūr.

وَآتَيْتُمْ (Wa ātaytum)

Wāw (Ḥāliyyah - keadaan) atau ('Aṭf) dan Fi'l Māḍī

Mabnī 'alā sukūn. Tā' (ـتم) adalah Fā'il.

إِحْدَاهُنَّ (Iḥdāhunna)

Maf'ūl bih Awwal (Objek Pertama)

Manṣūb dengan fatḥah muqaddarah di atas alif. Hunn (ـهنَّ) adalah Muḍāf Ilaih.

قِنْطَارًا (Qinṭāran)

Maf'ūl bih Ṡānī (Objek Kedua)

Manṣūb (berharakat fatḥah).

فَلَا تَأْخُذُوا (Fa lā ta'khuḍū)

Fā' (Jawāb Syarṭ) dan Lā Nāhiyah + Fi'l Muḍāri' Majzūm

Jawāb Syarṭ pada posisi jazm. Ta'khuḍū dijazmkan, tanda jazm-nya adalah ḥaḍfu an-nūn. Wāw al-Jamā'ah adalah Fā'il.

مِنْهُ (Minhu)

Jārr wa Majrūr

Muta'alliq (terkait) dengan Ta'khuḍū.

شَيْئًا (Šay'an)

Maf'ūl bih (Objek)

Manṣūb (berharakat fatḥah).




II. Bagian Kedua: Pertanyaan Pengingkaran

Kata

I'rāb (Kedudukan Gramatikal)

Keterangan/Status

أَتَأْخُذُونَهُ (A ta'khuḍūnahu)

Hamzah (Istifhām Inkāri - Tanya Pengingkaran) dan Fi'l Muḍāri' Marfū'

Marfū' dengan tsubūt an-nūn. Wāw al-Jamā'ah adalah Fā'il. Huruf hā' (ـه) adalah Maf'ūl bih.

بُهْتَانًا (Buhtānan)

Ḥāl (Keadaan)

Manṣūb (berharakat fatḥah). Artinya: "dalam keadaan kebohongan/fitnah".

وَإِثْمًا (Wa iṯman)

Ma'ṭūf (Diikuti)

Manṣūb, mengikuti Buhtānan.

مُّبِينًا (Mubīnan)

Na'at (Sifat)

Manṣūb, mengikuti Iṯman.


🔑 Poin Utama I'rāb Ayat

  1. Fi'l Syarṭ dan Jawab Syarṭ: Ayat ini dibangun atas struktur syarat-jawaban syarat (وَإِنْ أَرَدتُّمْ... فَلَا تَأْخُذُوا).

    • Syarat: Keinginan untuk mengganti istri.

    • Jawaban Syarat: Larangan mengambil kembali mahar sedikit pun (فَلَا تَأْخُذُوا مِنْهُ شَيْئًا).

  2. Kata Kerja Dua Objek (Ātaytum): Kata kerja وَآتَيْتُمْ (dan kalian telah memberikan) adalah Fi'l yang memiliki dua objek:

    • Objek 1: إِحْدَاهُنَّ (salah seorang dari mereka—istri yang dicerai).

    • Objek 2: قِنْطَارًا (harta yang banyak/mahar). Ini menunjukkan keagungan mahar yang diberikan, dan betapa besarnya dosa mengambilnya kembali.

  3. Tanya Pengingkaran (Istifhām Inkāri): Bagian أَتَأْخُذُونَهُ بُهْتَانًا وَإِثْمًا مُّبِينًا adalah pertanyaan retoris yang bermaksud mengingkari dan mencela perbuatan tersebut. أ (Hamzah) berfungsi sebagai Harf Istifhām. Kalimat ini secara makna berfungsi sebagai penguatan dan ancaman.

  4. Kedudukan Buhtānan: Kata بُهْتَانًا (kebohongan besar) di-i'rāb sebagai Ḥāl (keadaan), yang menjelaskan bagaimana tindakan mengambil mahar kembali itu terjadi: dilakukan dalam keadaan menuduh istri dengan kebohongan (fitnah) agar mahar dapat dikembalikan.

Ayat ini merupakan salah satu bentuk perlindungan Islam terhadap hak-hak wanita, menjamin mahar mereka tidak boleh diambil kembali, terutama jika niat perceraian datang dari pihak suami.