Al-Quran Online ini, ajakan untuk mendalami AlQuran sambil mencari ridho dan cinta Allah semata
Daftar Akar Kata Pada AlQuran
Dipersembahkan oleh para sukarelawan yang hanya mencari kecintaan Allah semata

An-Nisa

dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

ayat 2

Dan berikanlah kepada anak-anak yatim (yang sudah balig) harta mereka, jangan kamu menukar yang baik dengan yang buruk dan jangan kamu makan harta mereka bersama hartamu. Sesungguhnya tindakan-tindakan (menukar dan memakan) itu, adalah dosa yang besar.

Irab Surat AnNisa ayat 2


📝 Uraian I'rāb Pilihan Kata Kunci

Kata

Kedudukan I'rāb (Fungsi)

Keterangan/Status

وَآتُوا (Wa ātū)

Wāw (Harf 'Aṭf) dan Fi'l Amr (Kata Kerja Perintah)

Mabnī 'alā ḥaḍfi an-nūn (tetap dengan menghilangkan nūn). Wāw al-Jamā'ah adalah Fā'il (Subjek) dalam posisi raf'.

الْيَتَامَىٰ (Al-Yatāmā)

Maf'ūl bih Awwal (Objek Pertama)

Manṣūb (dalam posisi naṣb), tanda naṣb-nya adalah fatḥah muqaddarah (tersembunyi) di atas alif karena merupakan Ism Maqṣūr.

أَمْوَالَهُمْ (Amwālahum)

Maf'ūl bih Ṡānī (Objek Kedua)

Manṣūb (berharakat fatḥah). Huruf hūm (هم) adalah Muḍāf Ilaih (sandaran kata) dalam posisi jarr.

وَلَا تَتَبَدَّلُوا (Wa lā tatabaddalū)

Wāw ('Aṭf), Lā Nāhiyah (Larang), dan Fi'l Muḍāri' Majzūm

Majzūm (dijazmkan), tanda jazm-nya adalah ḥaḍfu an-nūn (menghilangkan nūn). Wāw al-Jamā'ah adalah Fā'il.

الْخَبِيثَ (Al-Khabīṡa)

Maf'ūl bih (Objek)

Manṣūb (berharakat fatḥah).

بِالطَّيِّبِ (Biṭ-Ṭayyibi)

Jārr wa Majrūr (Preposisi dan Kata yang Dijarrkan)

Muta'alliq (terkait) dengan kata kerja تَتَبَدَّلُوا (kalian mengganti).

وَلَا تَأْكُلُوا (Wa lā ta'kulū)

Wāw ('Aṭf), Lā Nāhiyah, dan Fi'l Muḍāri' Majzūm

Sama dengan lā tatabaddalū: Majzūm dengan tanda ḥaḍfu an-nūn. Wāw al-Jamā'ah adalah Fā'il.

أَمْوَالَهُمْ (Amwālahum)

Maf'ūl bih (Objek)

Manṣūb (berharakat fatḥah). Huruf hūm (هم) adalah Muḍāf Ilaih.

إِلَىٰ أَمْوَالِكُمْ (Ilā amwālikum)

Jārr wa Majrūr

Muta'alliq dengan kata kerja تَأْكُلُوا (kalian memakan). Kata amwāli adalah Majrūr (berharakat kasrah).

إِنَّهُ (Innahū)

Inna (Harf Taukid) dan Ism Inna

Inna adalah huruf penguat, Hā' (ـه) adalah Ism Inna (Subjek Inna) dalam posisi Naṣb.

كَانَ (Kāna)

Fi'l Māḍī Nāqiṣ (Kata Kerja Lampau Tidak Sempurna)

Mabnī 'alā al-fatḥ. Ism Kāna-nya adalah ḍamīr mustatir (subjek tersembunyi) yang kembali kepada hu (ـه) pada innahu.

حُوبًا (Ḥūban)

Khabar Kāna (Predikat Kāna)

Manṣūb (berharakat fatḥah).

كَبِيرًا (Kabīran)

Na'at (Sifat)

Manṣūb (berharakat fatḥah), mengikuti ḥūban.




🔑 Poin Utama I'rāb Ayat

  1. Fi'l Muta'addī li Maf'ūlain (Kata Kerja yang Membutuhkan Dua Objek): Kata kerja وَآتُوا (berikanlah) adalah kata kerja yang memerlukan dua objek (maf'ūl bih). Dalam ayat ini, kedua objeknya adalah:

    • Objek 1: الْيَتَامَىٰ (anak-anak yatim).

    • Objek 2: أَمْوَالَهُمْ (harta mereka).

  2. Lā Nāhiyah (Larang): Dua larangan utama dalam ayat ini menggunakan لَا (tidak/jangan) yang bersifat nāhiyah (melarang), yang menyebabkan kata kerja setelahnya (تَتَبَدَّلُوا dan تَأْكُلُوا) menjadi Majzūm (dijazmkan) dengan menghilangkan huruf nūn di akhir.

  3. Makna Ilā (إِلَىٰ): Pada frasa إِلَىٰ أَمْوَالِكُمْ (ke/kepada harta kalian), huruf إِلَىٰ (ke) di sini memiliki makna مع (ma'a) yang berarti "bersamaan dengan" atau "ditambah dengan". Ini menekankan larangan mencampur harta anak yatim dengan harta pribadi (dengan cara memakannya/mengambilnya).

Ayat ini secara keseluruhan merupakan larangan keras terhadap eksploitasi dan perlakuan tidak adil terhadap harta anak yatim.