Al-Quran Online ini, ajakan untuk mendalami AlQuran sambil mencari ridho dan cinta Allah semata
Daftar Akar Kata Pada AlQuran
Dipersembahkan oleh para sukarelawan yang hanya mencari kecintaan Allah semata

Al-Baqarah

dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

ayat 167

Dan berkatalah orang-orang yang mengikuti: 'Seandainya kami dapat kembali (ke dunia), pasti kami akan berlepas diri dari mereka, sebagaimana mereka berlepas diri dari kami.' Demikianlah Allah memperlihatkan kepada mereka amal perbuatannya menjadi sesalan bagi mereka; dan sekali-kali mereka tidak akan ke luar dari api neraka.

Irab Surat AlBaqarah ayat 167





Ayat ini menutup deskripsi kengerian Hari Kiamat bagi orang musyrik, mencakup penyesalan para pengikut dan keputusan Allah tentang kekekalan azab mereka.


1. Penyesalan dan Harapan Palsu Para Pengikut:

وَقَالَ ٱلَّذِينَ ٱتَّبَعُوا۟ لَوْ أَنَّ لَنَا كَرَّةً فَنَتَبَرَّأَ مِنْهُمْ كَمَا تَبَرَّءُوا۟ مِنَّا

Kata/Klausa

I'rab (Analisis Gramatikal)

Keterangan

وَقَالَ (Wa Qāla)

Huruf 'Athaf + Fi'il Madhi

Di-'athaf-kan ke aksi sebelumnya (ayat 166).

ٱلَّذِينَ ٱتَّبَعُوا۟

Ism Mawshul + Shilah

Fa'il bagi Qāla.

لَوْ أَنَّ لَنَا كَرَّةً

Harf Tamannī + Anna + Khabar Anna Muqaddam + Ism Anna Mu'akhkhar

Seluruh klausa ini adalah Maf'ul Bih Qawl (ucapan yang dikatakan), di posisi Nashab Mahally. Law bermakna 'Seandainya'.

فَنَتَبَرَّأَ (Fa Natabarra’a)

Fā' as-Sababīyah + Fi'il Mudhari' Manshub

Fā' Akibat. Natabarra’a Manshub oleh An yang tersembunyi (An Muḍmarah).

مِنْهُمْ (Minhum)

Jar wa Majrur

Berkaitan dengan Natabarra’a.

كَمَا تَبَرَّءُوا۟ مِنَّا

Kāf Jar + Mā Maṣdarīyah + Fi'il + Jar wa Majrur

Jar wa Majrur, berkaitan dengan Natabarra’a.


2. Konsekuensi Ilahi:

كَذَٰلِكَ يُرِيهِمُ ٱللَّهُ أَعْمَٰلَهُمْ حَسَرَٰتٍ عَلَيْهِمْ

Kata/Klausa

I'rab (Analisis Gramatikal)

Keterangan

كَذَٰلِكَ (Kadhālika)

Jar wa Majrur

Berkaitan dengan Maf'ul Muṭlaq yang tersembunyi (menjelaskan cara Yurīhimu).

يُرِيهِمُ ٱللَّهُ (Yurīhimu llāhu)

Fi'il Mudhari' + Maf'ul Bih Awwal + Fa'il

Yurī adalah kata kerja yang mengambil dua objek. Hum adalah Maf'ul Bih 1. Allāhu adalah Fa'il.

أَعْمَٰلَهُمْ (A‘mālahum)

Maf'ul Bih Tsāni

Manshub.

حَسَرَٰتٍ (Ḥasarātin)

Ḥāl (Keadaan)

Manshub dengan tanda Kasrah (Jamak Mu’annats Sālim). Menjelaskan keadaan A‘mālahum.

عَلَيْهِمْ (Alayhim)

Jar wa Majrur

Berkaitan dengan Ḥasarātin.


3. Status Kekal (Keputusan Akhir):

وَمَا هُم بِخَٰرِجِينَ مِنَ ٱلنَّارِ

Kata/Klausa

I'rab (Analisis Gramatikal)

Keterangan

وَمَا (Wa Mā)

Huruf Isti'nafiyah + Mā al-Ḥijāzīyah

beramal seperti Laysa (Negasi).

هُم (Hum)

Dhamir Munfaṣil

Ism Mā. Di posisi Raf' Mahally.

بِخَٰرِجِينَ (Bi Khārijīna)

Bā' Zā'idah + Khabar Mā

Khabar Mā. Majrur Lafẓan (oleh Bā’ tambahan), Manshub Mahally. Tanda Jar dan Nashab adalah Yā’ (Jamak Mudzakkar Sālim).

مِنَ ٱلنَّارِ (Mina n-Nāri)

Jar wa Majrur

Berkaitan dengan Khārijīna.


Ayat ini secara definitif menutup topik tentang pemimpin dan pengikut kesesatan, yang akan diikuti oleh pembahasan tentang makanan halal dan petunjuk bagi umat manusia.