Al-Quran Online ini, ajakan untuk mendalami AlQuran sambil mencari ridho dan cinta Allah semata
Daftar Akar Kata Pada AlQuran
Dipersembahkan oleh para sukarelawan yang hanya mencari kecintaan Allah semata

Al-Imran

dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

ayat 139

Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.

Detail I'rāb Surat Ali Imran ayat 139



Ayat ini merupakan dorongan moral yang kuat kepada kaum Muslimin setelah peristiwa Perang Uhud (dimana mereka mengalami kekalahan), melarang mereka merasa lemah dan bersedih hati, serta mengingatkan mereka akan status superioritas mereka jika mereka benar-benar beriman.


Kata

Jenis Kata

I'rab (Kedudukan)

Penjelasan

وَ

Huruf 'Athaf

Haraf 'Athf

Menghubungkan larangan ini dengan pelajaran dan perintah sebelumnya (ayat 137-138).

لَا

Huruf Nāhiyah

Haraf Jazm

Huruf larangan, men-jazm-kan fi'il mudhāri'.

تَهِنُوا

Fi'il Mudhāri' + Dhamir

Majzūm (Kedudukan Jazm)

Fi'il Mudhāri' Majzūm. Tanda jazm-nya ḥadzf an-nūnوا adalah Fā'il.

وَ

Huruf 'Athaf

Haraf 'Athf

Menghubungkan larangan kedua dengan yang pertama.

لَا

Huruf Nāhiyah

Haraf Jazm

تَحْزَنُوا

Fi'il Mudhāri' + Dhamir

Majzūm (Kedudukan Jazm)

Di-'athf-kan kepada تَهِنُوا.

وَ

Huruf Ḥāl

Wāw Al-Ḥāliyyah

Menghubungkan kalimat ini sebagai keterangan keadaan (padahal).

أَنْتُمُ

Dhamir Munfashil

Mubtada' fi mahalli Rafa'.

الْأَعْلَوْنَ

Isim Tafḍīl

Marfu' (Kedudukan Rafa')

Khabar bagi أَنْتُمْ. Tanda rafa'-nya wāwu (karena Jam' Mudzakkar Sālim).

وَأَنْتُمُ الْأَعْلَوْنَ

Jumlat Ismiyyah

Fi mahalli Nashab

Ḥāl (Keterangan Keadaan) dari Fā'il di تَهِنُوا (Jangan lemah padahal kalian superior).

إِنْ

Huruf Syart

Haraf Syart (jāzim)

Huruf syarat.

كُنْتُمْ

Fi'il Mādhī Nāqis + Dhamir

Mabni 'Ala As-Sukun fi mahalli Jazm

Fi'il Syartتُمْ adalah Isim Kāna.

مُؤْمِنِينَ

Isim Fā'il

Manshub (Kedudukan Nashab)

Khabar Kāna. Tanda nashab-nya yā'.

Jawab Syart

Mahdzūf (Dibuang)

Taqdirnya: Fa-lakum al-'uluww (Maka bagi kalianlah ketinggian/kemenangan).


📝 Catatan Penting Mengenai I'rab:

  1. Larangan Berkesinambungan: Dua larangan (لَا تَهِنُوا dan وَلَا تَحْزَنُوا) di-jazm dengan tanda ḥadzf an-nūn dan di-'athf satu sama lain.

  2. Ḥāl Berupa Jumlah Ismiyyah: Kalimat وَأَنْتُمُ الْأَعْلَوْنَ (Padahal kalianlah yang paling tinggi/superior) adalah Jumlat Ḥāliyyah yang menjelaskan keadaan mu'minūn (kaum Muslimin) yang sebenarnya, yaitu mereka tidak seharusnya bersedih karena status mereka di sisi Allah.

  3. Syarat Kemenangan: إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ (Jika kalian benar-benar beriman) menunjukkan bahwa janji superioritas (الْأَعْلَوْنَ) terikat pada syarat keimanan yang kokoh. Jawab Syart-nya disembunyikan karena makna sebelumnya sudah jelas (yaitu kemenangan/superioritas akan menjadi milik mereka).