Ayat
ini merupakan dorongan moral yang kuat kepada kaum Muslimin setelah
peristiwa Perang Uhud (dimana mereka mengalami kekalahan), melarang
mereka merasa lemah dan bersedih hati, serta mengingatkan mereka
akan status superioritas mereka jika mereka benar-benar beriman.
|
Kata
|
Jenis
Kata
|
I'rab (Kedudukan)
|
Penjelasan
|
|
وَ
|
Huruf
'Athaf
|
Haraf
'Athf
|
Menghubungkan
larangan ini dengan pelajaran dan perintah sebelumnya (ayat
137-138).
|
|
لَا
|
Huruf
Nāhiyah
|
Haraf
Jazm
|
Huruf
larangan, men-jazm-kan fi'il mudhāri'.
|
|
تَهِنُوا
|
Fi'il
Mudhāri' + Dhamir
|
Majzūm (Kedudukan Jazm)
|
Fi'il
Mudhāri' Majzūm.
Tanda jazm-nya ḥadzf
an-nūn. وا adalah Fā'il.
|
|
وَ
|
Huruf
'Athaf
|
Haraf
'Athf
|
Menghubungkan
larangan kedua dengan yang pertama.
|
|
لَا
|
Huruf
Nāhiyah
|
Haraf
Jazm
|
|
|
تَحْزَنُوا
|
Fi'il
Mudhāri' + Dhamir
|
Majzūm (Kedudukan Jazm)
|
Di-'athf-kan
kepada تَهِنُوا.
|
|
وَ
|
Huruf
Ḥāl
|
Wāw
Al-Ḥāliyyah
|
Menghubungkan
kalimat ini sebagai keterangan keadaan (padahal).
|
|
أَنْتُمُ
|
Dhamir
Munfashil
|
Mubtada' fi
mahalli Rafa'.
|
|
|
الْأَعْلَوْنَ
|
Isim
Tafḍīl
|
Marfu' (Kedudukan Rafa')
|
Khabar bagi أَنْتُمْ.
Tanda rafa'-nya wāwu (karena Jam'
Mudzakkar Sālim).
|
|
وَأَنْتُمُ
الْأَعْلَوْنَ
|
Jumlat
Ismiyyah
|
Fi
mahalli Nashab
|
Ḥāl (Keterangan
Keadaan) dari Fā'il di تَهِنُوا (Jangan
lemah padahal kalian
superior).
|
|
إِنْ
|
Huruf
Syart
|
Haraf
Syart (jāzim)
|
Huruf
syarat.
|
|
كُنْتُمْ
|
Fi'il
Mādhī Nāqis + Dhamir
|
Mabni
'Ala As-Sukun fi mahalli Jazm
|
Fi'il
Syart. تُمْ adalah Isim
Kāna.
|
|
مُؤْمِنِينَ
|
Isim
Fā'il
|
Manshub (Kedudukan Nashab)
|
Khabar
Kāna. Tanda nashab-nya yā'.
|
|
Jawab
Syart
|
Mahdzūf (Dibuang)
|
Taqdirnya: Fa-lakum
al-'uluww (Maka bagi kalianlah ketinggian/kemenangan).
|
|
📝
Catatan
Penting Mengenai I'rab:
Larangan
Berkesinambungan: Dua
larangan (لَا
تَهِنُوا dan وَلَا
تَحْزَنُوا)
di-jazm dengan
tanda ḥadzf
an-nūn dan
di-'athf satu
sama lain.
Ḥāl
Berupa Jumlah Ismiyyah: Kalimat وَأَنْتُمُ
الْأَعْلَوْنَ (Padahal
kalianlah yang paling tinggi/superior) adalah Jumlat
Ḥāliyyah yang
menjelaskan keadaan mu'minūn (kaum
Muslimin) yang sebenarnya, yaitu mereka tidak seharusnya bersedih
karena status mereka di sisi Allah.
Syarat
Kemenangan: إِنْ
كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ (Jika
kalian benar-benar beriman) menunjukkan bahwa janji superioritas
(الْأَعْلَوْنَ)
terikat pada syarat keimanan yang kokoh. Jawab
Syart-nya
disembunyikan karena makna sebelumnya sudah jelas (yaitu
kemenangan/superioritas akan menjadi milik mereka).