Ayat ini merupakan
kelanjutan dari hukum-hukum keluarga, menjelaskan bahwa perceraian,
meskipun tidak diinginkan, tidak akan membuat kedua belah pihak
kekurangan rezeki jika mereka bertakwa.
Bagian 1: Kalimat Syarat
Mengenai Perceraian
Kata
|
Jenis Kata
(Huruf/Isim/Fi'il)
|
I'rab (Kedudukan
Gramatikal)
|
Keterangan
|
وَ
|
Ḥarf 'Aṭaf
(Penghubung)
|
Mabnī 'alā
al-fatḥ.
|
Menghubungkan dengan
konteks hukum keluarga sebelumnya.
|
إِن
|
Ḥarf Syarṭ Jāzim
(Syarat yang menjazmkan)
|
Mabnī 'alā
as-sukūn.
|
|
يَتَفَرَّقَا
|
Fi'il Muḍāri'
(Kata Kerja Sekarang/Akan Datang)
|
Majzūm sebagai
Fi'il Syarṭ (Kata Kerja Syarat), tanda jazm-nya
adalah ḥaẓf an-nūn. Alif al-ithnain adalah
Fā'il.
|
Alif al-ithnain
(yang berdua) merujuk kepada suami dan istri.
|
يُغْنِ
|
Fi'il Muḍāri'
|
Majzūm sebagai
Jawāb as-Syarṭ dan Jazā' as-Syarṭ, tanda
jazm-nya adalah ḥaẓf ḥarf al-'illah
(membuang yā').
|
|
اللَّهُ
|
Lafẓ al-Jalālah
|
Fā'il marfū'
bi al-ḍammah.
|
|
كُلًّا
|
Ism
|
Maf'ūl Bih
manṣūb bi al-fatḥah.
|
|
مِن
|
Ḥarf Jarr
(Preposisi)
|
Mabnī 'alā
as-sukūn.
|
|
سَعَتِهِ
|
Ism + Ḍamīr
|
Sa'ati: Ism
Majrūr dengan Min, tanda jarr-nya adalah
kasrah. Muḍāf. Hī: Muḍāf Ilaih
pada mahāl al-jarr.
|
Jār wa Majrūr
berkaitan dengan Yughni (memberi kecukupan dari).
|