Ayat
ini menjelaskan salah satu tujuan strategis dari pertolongan Allah
(disebutkan pada ayat 126), yaitu untuk menghancurkan sebagian dari
orang-orang kafir atau mempermalukan mereka, sehingga mereka kembali
dalam keadaan gagal.
|
Kata
|
Jenis
Kata
|
I'rab (Kedudukan)
|
Penjelasan
|
|
لِ
|
Huruf
Ta'līl
|
Lām
At-Ta'līl (Tujuan/Alasan)
|
Menghubungkan
ayat ini dengan makna pertolongan pada ayat 126 (Allah
menolong agar tujuan ini tercapai).
|
|
يَقْطَعَ
|
Fi'il
Mudhāri'
|
Manshub (Kedudukan Nashab)
|
Fi'il
Mudhāri' Manshub oleh أَنْ yang
tersembunyi setelah لِ. Fa'il adalah dhamir
mustatir takdirnya Huwa (Allah
SWT).
|
|
طَرَفًا
|
Isim
|
Manshub (Kedudukan Nashab)
|
Maf'ulun
Bih bagi يَقْطَعَ (memotong sebagian).
|
|
مِنَ
الَّذِينَ
|
Haraf + Isim
Maushul
|
مِنْ adalah Haraf
Jarr. الَّذِينَ adalah Isim
Majrur.
|
Syibhul
jumlah fi
mahalli Nashab sebagai Na'at (Sifat)
bagi طَرَفًا.
|
|
كَفَرُوا
|
Fi'il
Mādhī + Dhamir
|
Fi'il dan Fā'il (وا).
|
Shilah
Al-Maushul bagi الَّذِينَ.
|
|
أَوْ
|
Huruf
'Athaf
|
Haraf
'Athf
|
Menunjukkan
pilihan (takhyeer) antara dua hasil.
|
|
يَكْبِتَهُمْ
|
Fi'il
Mudhāri' + Dhamir
|
Manshub (Kedudukan Nashab)
|
Di-'athf-kan
kepada يَقْطَعَ (maka
statusnya manshub). هُمْ adalah Maf'ulun
Bih.
|
|
فَ
|
Huruf
'Athaf
|
Fā'
As-Sababiyyah (Sebab Akibat)
|
Menunjukkan
sebab/akibat langsung dari يَكْبِتَهُمْ.
|
|
يَنْقَلِبُوا
|
Fi'il
Mudhāri' + Dhamir
|
Manshub (Kedudukan Nashab)
|
Fi'il
Mudhāri' Manshub oleh أَنْ yang
tersembunyi setelah فَاءُ
السَبَبِيَّةِ.
Tanda nashab-nya ḥadzf
an-nūn. وا adalah Fā'il.
|
|
خَائِبِينَ
|
Isim
Fā'il
|
Manshub (Kedudukan Nashab)
|
Ḥāl (Keterangan
Keadaan) dari وا (mereka
kembali dalam
keadaan gagal/merugi).
Tanda nashab-nya yā'.
|
📝
Catatan
Penting Mengenai I'rab:
Lām
At-Ta'līl (لِيَقْطَعَ): Lām ini
menjelaskan tujuan pertolongan Allah (ayat 126). Fi'il
Mudhāri' setelahnya
(yaqṭa'a)
menjadi Manshub karena
adanya an (أَنْ)
yang tersembunyi (mudhmarah).
Fā'
As-Sababiyyah (فَيَنْقَلِبُوا): Fā' di
sini menunjukkan hubungan sebab-akibat. Karena adanya Fā'
As-Sababiyyah ini, Fi'il
Mudhāri' (yanqalibū)
juga menjadi Manshub oleh an (أَنْ)
yang tersembunyi.
Ḥāl
(خَائِبِينَ): خَائِبِينَ adalah
kata majemuk utama yang menjelaskan keadaan pasukan kafir setelah
kekalahan, yaitu kembali dalam keadaan merugi dan tidak mencapai
tujuan.