Ayat ini merupakan
kalimat bersyarat (Jumlah Syarṭiyyah) yang menekankan bahwa
balasan baik tidak dibedakan berdasarkan gender, asalkan disertai
iman.
Bagian 1: Kalimat Syarat
dan Fi'ilnya
Kata
|
Jenis Kata
(Huruf/Isim/Fi'il)
|
I'rab (Kedudukan
Gramatikal)
|
Keterangan
|
وَ
|
Ḥarf 'Aṭaf
(Penghubung)
|
Mabnī 'alā
al-fatḥ.
|
Menghubungkan dengan
ayat sebelumnya (ayat 123).
|
مَن
|
Ism Syarṭ Jāzim
(Syarat yang menjazmkan)
|
Mabnī 'alā
as-sukūn pada mahāl ar-raf' sebagai Mubtada'
(Subjek).
|
|
يَعْمَلْ
|
Fi'il Muḍāri'
(Kata Kerja Sekarang/Akan Datang)
|
Majzūm sebagai
Fi'il Syarṭ (Kata Kerja Syarat), tanda jazm-nya
adalah sukūn. Fā'il adalah ḍamīr mustatir
(takdirnya: huwa).
|
|
مِنَ
|
Ḥarf Jarr
(Preposisi)
|
Mabnī 'alā
as-sukūn yang diubah menjadi fatḥah karena bertemu
alif lām ('alā ijtima' as-sākinain).
|
Min di sini
adalah Bayāniyyah (penjelas) atau Tab'īḍiyyah
(sebagian).
|
الصَّالِحَاتِ
|
Ism
|
Ism Majrūr
dengan Min, tanda jarr-nya adalah kasrah.
|
Jār wa Majrūr
pada mahāl an-naṣb sebagai Maf'ūl Bih dari
Ya'mal (Taksiran: Ya'malu šay'an mina aṣ-ṣāliḥāt).
|
مِن
|
Ḥarf Jarr
|
Mabnī 'alā
as-sukūn.
|
Menjelaskan Fā'il
dari Ya'mal atau Ḥāl bagi Fā'il.
|
ذَكَرٍ
|
Ism (Kata Benda)
|
Ism Majrūr
dengan Min, tanda jarr-nya adalah kasrah.
|
|
أَوْ
|
Ḥarf 'Aṭaf
(Pemilihan)
|
Mabnī 'alā
as-sukūn.
|
|
أُنثَىٰ
|
Ism
|
Ma'ṭūf pada
Żakarin majrūr bi al-kasrah al-muqaddarah
(tersembunyi).
|
|
وَ
|
Ḥarf Ḥāliyyah
(Keadaan)
|
Mabnī 'alā
al-fatḥ.
|
Mengawali kalimat
keterangan keadaan.
|
هُوَ
|
Ḍamīr Munfaṣil
(Kata Ganti Terpisah)
|
Mabnī 'alā al-fatḥ
pada mahāl ar-raf' sebagai Mubtada' (Subjek).
|
|
مُؤْمِنٌ
|
Ism Fā'il
(Pelaku)
|
Khabar
(Predikat) marfū' bi al-ḍammah.
|
Jumlah ismiyyah
(wa huwa mu'minun) pada mahāl an-naṣb sebagai
Ḥāl (Keterangan keadaan) bagi Fā'il dari
Ya'mal.
|