Al-Quran Online ini, ajakan untuk mendalami AlQuran sambil mencari ridho dan cinta Allah semata
Daftar Akar Kata Pada AlQuran
Dipersembahkan oleh para sukarelawan yang hanya mencari kecintaan Allah semata

An-Nisa

dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

ayat 118

yang dilaknati Allah dan setan itu mengatakan: 'Saya benar-benar akan mengambil dari hamba-hamba Engkau bahagian yang sudah ditentukan (untuk saya),

Irab Surat AnNisa ayat 118



Ayat ini melanjutkan penjelasan tentang sifat setan (yang disebut di ayat sebelumnya) dan laknat Allah serta sumpah setan untuk menyesatkan manusia.

Bagian 1: Laknat Allah

Kata

Jenis Kata (Huruf/Isim/Fi'il)

I'rab (Kedudukan Gramatikal)

Keterangan

لَّعَنَهُ

Fi'il Māḍī (Kata Kerja Lampau) + Ḍamīr

La'ana: Mabnī 'alā al-fatḥ. Hū: Ḍamīr muttasil pada mahāl an-naṣb sebagai Maf'ūl Bih (Objek).

Dimulai dengan Lām yang merupakan Lām al-Ibtidā' atau Lām al-Qasam yang dibuang (muqaddar), menunjukkan penegasan.

اللَّهُ

Lafẓ al-Jalālah

Fā'il marfū' bi al-ḍammah.



Bagian 2: Ucapan Setan

Kata

Jenis Kata (Huruf/Isim/Fi'il)

I'rab (Kedudukan Gramatikal)

Keterangan

وَ

Ḥarf 'Aṭaf (Penghubung)

Mabnī 'alā al-fatḥ.

قَالَ

Fi'il Māḍī

Mabnī 'alā al-fatḥ. Fā'il adalah ḍamīr mustatir (huwa) merujuk pada setan.

لَ

Lām al-Qasam (Sumpah)

Mabnī 'alā al-fatḥ.

Menunjukkan bahwa kalimat setelahnya adalah jawaban sumpah yang dibuang (muqaddar).

أَتَّخِذَنَّ

Fi'il Muḍāri'

Mabnī 'alā al-fatḥ karena bertemu Nūn at-Tawkīd ats-Tsaqīlah (Nūn Penegas yang berat). Fā'il adalah ḍamīr mustatir (takdirnya: anā).

Maf'ūl Bih pertama (dari dua maf'ūl) dibuang (taksiran: minhum).

مِنْ

Ḥarf Jarr (Preposisi)

Mabnī 'alā as-sukūn.

عِبَادِكَ

Ism + Ḍamīr

'Ibādi: Ism Majrūr dengan Min, tanda jarr-nya kasrah. Muḍāf. Kāf: Muḍāf Ilaih pada mahāl al-jarr.

Jār wa Majrūr berkaitan dengan Nāṣīban (sebagai Ḥāl atau Na't Muqaddam).

نَصِيبًا

Ism (Kata Benda)

Maf'ūl Bih kedua manṣūb bi al-fatḥah.

Objek yang diambil.

مَّفْرُوضًا

Ism Maf'ūl (Kata Benda Pasif/Sifat)

Na't (Sifat) bagi Naṣīban, manṣūb bi al-fatḥah.