Dipersembahkan oleh para sukarelawan yang hanya mencari kecintaan Allah semata
Al-Baqarah
ayat 117
Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya: 'Jadilah'. Lalu jadilah ia.
Irab
Surat AlBaqarah ayat 117
Analisis ini dibagi
menjadi tiga bagian utama untuk memudahkan pemahaman.
Predikat
dari Mubtada' Mahdzuf (Subjek yang dibuang/tersembunyi).
Takdirnya adalah: Huwa Badi'u (Dia-lah Pencipta). Hukumnya
Marfu' dengan Dammah. Kata ini juga Mudhaf.
ٱلسَّمَٰوَٰتِ
(As-Samawati)
Mudhaf
Ilayh
Kata
yang disandarkan. Majrur dengan tanda Kasrah.
وَ
(Wa)
Huruf
'Athaf
Kata
sambung.
ٱلْأَرْضِ
(Al-Ardhi)
Ma'thuf
Mengikut
pada As-Samawati. Majrur dengan tanda Kasrah.
(Dan
bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, maka (Dia) hanya
berkata kepadanya)
Ini
adalah struktur kalimat Syarat (Kondisional).
Kata
I'rab
(Analisis Gramatikal)
Keterangan
وَ
(Wa)
Huruf
Isti'nafiyah
Permulaan
kalimat baru.
إِذَا
(Idza)
Zharaf
Zaman
Keterangan
waktu yang mengandung makna Syarat (pengandaian).
Posisinya Sukun di tempat Nashab.
قَضَىٰٓ
(Qadha)
Fi'il
Madhi
Kata kerja lampau.
Mabni Fathah Muqaddarah (tersembunyi pada Alif).
Fa'il-nya
adalah Dhamir Mustatir (Huwa/Dia) kembali ke Allah.
أَمْرًا
(Amran)
Maf'ul
Bih
Objek.
Manshub dengan tanda Fathah.
فَـ
(Fa)
Fa
Rabhithah
Huruf
penghubung untuk jawaban syarat (Jawab Syarat).
إِنَّمَا
(Innama)
Kaffah
wa Makfufah
Kata
pembatas (Adat Hashr). Ma di sini mencegah Inna
beramal, sehingga kata sesudahnya tetap Raf'.
يَقُولُ
(Yaqulu)
Fi'il
Mudhari'
Kata
kerja sekarang. Marfu' dengan tanda Dammah. Fa'il-nya Huwa
(Dia).
لَهُۥ
(Lahu)
Jar
wa Majrur
Berkaitan
dengan kata Yaqulu.
Catatan:
Kalimat Qadha amran posisinya adalah Jar karena menjadi
Mudhaf Ilayh dari kata Idza.
3. Kalimat Ketiga: كُن
فَيَكُونُ
("Jadilah!"
Maka jadilah ia)
Bagian
ini sangat menarik karena mengandung Maqulul Qaul (isi
perkataan).
Kata
I'rab
(Analisis Gramatikal)
Keterangan
كُن
(Kun)
Fi'il
Amr (Tam)
Kata kerja perintah.
Disini bermakna Tam (sempurna/ada), bukan Naqish
(seperti Kana yang butuh Isim & Khabar). Bermakna:
"Wujudlah engkau!".
Mabni Sukun.
Fa'il-nya Anta (kamu) kembali ke Amran (urusan
tsb).
Kalimat
"Kun"
Maqulul
Qaul
Posisi
kalimat ini adalah Nashab sebagai objek dari kata Yaqulu
(Dia berkata: "Kun").
فَـ
(Fa)
Huruf
Isti'nafiyah
Huruf
permulaan untuk menyatakan akibat langsung atau kalimat baru.
يَكُونُ
(Yakunu)
Fi'il
Mudhari' (Tam)
Kata
kerja sedang terjadi.
Penting:
Dalam Qira'at Hafs (umum di Indonesia), dibaca Marfu'
(Dammah): Fayakunu. Ini menandakan kalimat baru (Maka
ia pun terjadi).
Fa'il-nya Huwa
(ia) kembali ke Amran.
Poin Penting dalam Ayat Ini:
Badi'u:
Artinya pencipta pertama kali tanpa contoh sebelumnya. Secara nahwu,
ia menjadi predikat bagi subjek yang disembunyikan (Huwa).
Kun
Fayakun:
Kun:
Adalah Fi'il Tam, artinya cukup dengan Fa'il saja (Subjek),
tidak butuh Khabar. Artinya "Jadilah/Wujudlah".
Fayakunu:
Dibaca Rafa' (Dammah) karena dianggap kalimat baru
(Isti'naf) yang menjelaskan hasil seketika dari perintah tersebut.
(Dalam bacaan/qiraat lain seperti Ibnu 'Amir, ada yang membaca
Fayakuna (Fathah) sebagai Jawab Thalab, tapi yang
umum kita pakai adalah Dammah).