Al-Quran Online ini, ajakan untuk mendalami AlQuran sambil mencari ridho dan cinta Allah semata
Daftar Akar Kata Pada AlQuran
Dipersembahkan oleh para sukarelawan yang hanya mencari kecintaan Allah semata

An-Nisa

dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

ayat 116

Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan Dia mengampuni dosa yang selain dari syirik itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barang siapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya.

Irab Surat AnNisa ayat 116



Ayat ini terdiri dari dua bagian utama: penegasan mengenai dosa syirik yang tidak diampuni dan dosa selainnya, serta kalimat syarat mengenai hukuman bagi pelaku syirik.

Bagian 1: Pengampunan Allah

Kata

Jenis Kata (Huruf/Isim/Fi'il)

I'rab (Kedudukan Gramatikal)

Keterangan

إِنَّ

Ḥarf Tawkīd wa Naṣb (Penegas dan menashabkan)

Mabnī 'alā al-fatḥ.

اللَّهَ

Lafẓ al-Jalālah

Ism Inna manṣūb bi al-fatḥah.

لَا

Ḥarf Nāfiyah (Peniadaan)

Mabnī 'alā as-sukūn.

يَغْفِرُ

Fi'il Muḍāri' (Kata Kerja Sekarang/Akan Datang)

Marfū' bi al-ḍammah. Fā'il adalah ḍamīr mustatir (takdirnya: huwa).

Jumlah fi'liyyah (Lā yaghfiru...) pada mahāl ar-raf' sebagai Khabar Inna.

أَن

Ḥarf Maṣdarī wa Naṣb (Masdar dan menashabkan)

Mabnī 'alā as-sukūn.

يُشْرَكَ

Fi'il Muḍāri' Majhūl (Pasif)

Manṣūb dengan An, tanda naṣb-nya adalah fatḥah. Nā'ib al-Fā'il adalah ḍamīr mustatir (takdirnya: huwa).

An dan fi'il-nya membentuk Maṣdar Mu'awwal pada mahāl an-naṣb sebagai Maf'ūl Bih dari Yaghfiru (Taksiran: syirkahu).

بِهِ

Bā' + Ḍamīr

Bā': Ḥarf jarr. Hī: Ḍamīr muttasil pada mahāl al-jarr.

Jār wa Majrūr berkaitan dengan Yusyraka.

وَ

Ḥarf 'Aṭaf

Mabnī 'alā al-fatḥ.

يَغْفِرُ

Fi'il Muḍāri'

Marfū' bi al-ḍammah. Fā'il adalah ḍamīr mustatir (huwa).

Di-aṭaf-kan pada Yaghfiru yang pertama (atau jumlah ghayr yaghfiru yang dibuang).

مَا

Ism Mawṣūl (Kata Sambung - bermakna allazī)

Mabnī 'alā as-sukūn pada mahāl an-naṣb sebagai Maf'ūl Bih dari Yaghfiru.

دُونَ

Ism

Ẓarf makān (Keterangan tempat) manṣūb bi al-fatḥah. Muḍāf.

Ṣilah al-Mawṣūl (Kalimat sambung ) dibuang, takdirnya: huwa dūna.

ذَٰلِكَ

Ism Isyārah (Kata Tunjuk)

Mabnī 'alā as-sukūn pada mahāl al-jarr sebagai Muḍāf Ilaih bagi Dūna.

لِمَن

Lām + Ism Mawṣūl (Kata Sambung)

Lām: Ḥarf jarr. Man: Ism Mawṣūl pada mahāl al-jarr.

Jār wa Majrūr berkaitan dengan Yaghfiru.

يَشَاءُ

Fi'il Muḍāri'

Marfū' bi al-ḍammah. Fā'il adalah ḍamīr mustatir (huwa).

Ṣilah al-Mawṣūl (Kalimat sambung Man), tidak memiliki mahāl min al-I'rab.



Bagian 2: Kalimat Syarat Bagi Pelaku Syirik

Kata

Jenis Kata (Huruf/Isim/Fi'il)

I'rab (Kedudukan Gramatikal)

Keterangan

وَ

Ḥarf 'Aṭaf

Mabnī 'alā al-fatḥ.

Memulai kalimat syarat (Isti'nāf).

مَن

Ism Syarṭ Jāzim (Syarat yang menjazmkan)

Mabnī 'alā as-sukūn pada mahāl ar-raf' sebagai Mubtada'.

يُشْرِكْ

Fi'il Muḍāri'

Majzūm sebagai Fi'il Syarṭ (Kata Kerja Syarat), tanda jazm-nya adalah sukūn. Fā'il adalah ḍamīr mustatir (huwa).

بِاللَّهِ

Bā' + Lafẓ al-Jalālah

Jār wa Majrūr berkaitan dengan Yusyrik.

فَ

Ḥarf Jawāb Syarṭ (Jawaban Syarat)

Mabnī 'alā al-fatḥ.

Wajib diiringi fā' karena Jawāb Syarṭ diawali Qad.

قَدْ

Ḥarf Taḥqīq (Penegas)

Mabnī 'alā as-sukūn.

ضَلَّ

Fi'il Māḍī

Mabnī 'alā al-fatḥ. Fā'il adalah ḍamīr mustatir (huwa).

Jumlah fi'liyyah ini (setelah fā') pada mahāl al-jazm sebagai Jawāb as-Syarṭ dan Jazā' as-Syarṭ.

ضَلَالًا

Ism

Maf'ūl Muṭlaq (Objek yang dipertegas) manṣūb bi al-fatḥah.

بَعِيدًا

Ism (Sifat)

Na't (Sifat) bagi Ḍalālan, manṣūb bi al-fatḥah.