Ayat
ini menegaskan kepemilikan mutlak Allah atas segala sesuatu di
langit dan di bumi, dan menegaskan bahwa segala urusan akan
dikembalikan kepada-Nya. Ayat ini berfungsi sebagai penutup logis
dan pernyataan tauhid yang agung.
|
Kata
|
Jenis
Kata
|
I'rab (Kedudukan)
|
Penjelasan
|
|
وَ
|
Huruf
'Athaf
|
Haraf
'Athf
|
Menghubungkan
ayat ini dengan kandungan kebenaran pada ayat 108.
|
|
لِلَّهِ
|
Haraf + Isim
Jalalah
|
لِ adalah Haraf
Jarr (kepemilikan). اللَّهِ adalah Isim
Majrur.
|
Syibhul
jumlah fi mahalli Rafa' sebagai Khabar
Muqaddam.
|
|
مَا
|
Isim
Maushul
|
Mabni
'Ala As-Sukun fi mahalli Rafa'
|
Mubtada'
Mu'akhkhar.
|
|
فِي
السَّمَاوَاتِ
|
Haraf + Isim
|
فِي adalah Haraf
Jarr. السَّمَاوَاتِ adalah Isim
Majrur.
|
Syibhul
jumlah yang muta'alliq dengan fi'il yang
dibuang (taqdirnya: al-ladzī
wujida /
yang ada). Shilah
Al-Maushul bagi مَا pertama.
|
|
وَ
|
Huruf
'Athaf
|
Haraf
'Athf
|
Menghubungkan مَا kedua
dengan مَا pertama.
|
|
مَا
|
Isim
Maushul
|
Mabni
'Ala As-Sukun fi mahalli Rafa'
|
Di-'athf-kan
kepada مَا pertama.
|
|
فِي
الْأَرْضِ
|
Haraf + Isim
|
فِي adalah Haraf
Jarr. الْأَرْضِ adalah Isim
Majrur.
|
Syibhul
jumlah yang muta'alliq dengan fi'il yang
dibuang. Shilah
Al-Maushul bagi مَا kedua.
|
|
وَإِلَى
اللَّهِ
|
Huruf
'Athaf + Haraf + Isim Jalalah
|
وَ adalah Haraf
'Athf. إِلَى adalah Haraf
Jarr. اللَّهِ adalah Isim
Majrur.
|
Syibhul
jumlah fi
mahalli Rafa' sebagai Khabar
Muqaddam (atau muta'alliq dengan تُرْجَعُ).
Didahulukan untuk Ḥaṣr (pembatasan).
|
|
تُرْجَعُ
|
Fi'il
Mudhāri' Majhūl
|
Marfu' (Kedudukan Rafa')
|
Fi'il
Mudhāri' Majhūl (Dikembalikan).
|
|
الْأُمُورُ
|
Isim
|
Marfu' (Kedudukan Rafa')
|
Nā'ibul
Fā'il bagi تُرْجَعُ.
|
|
وَإِلَى
اللَّهِ تُرْجَعُ الْأُمُورُ
|
Jumlat
Fi'liyyah
|
Fi
mahalli Rafa'
|
Di-'athf-kan
kepada kalimat وَلِلَّهِ
مَا....
|
📝
Catatan
Penting Mengenai I'rab:
Taqdim
Khabar untuk Ḥaṣr: Pada
frasa وَلِلَّهِ
مَا فِي السَّمَاوَاتِ, Khabar (لِلَّهِ)
didahulukan dari Mubtada' (مَا),
yang memberikan makna Ḥaṣr (pembatasan),
yaitu: Hanya
milik Allah segala
sesuatu yang ada di langit dan di bumi.
Ittifaq
al-Hukm (Hukum yang Sama): Kalimat وَإِلَى
اللَّهِ تُرْجَعُ الْأُمُورُ (kepada
Allah segala urusan dikembalikan) menggunakan Wāw
Al-'Athf untuk
menghubungkan hukum pengembalian urusan dengan hukum kepemilikan,
menegaskan bahwa kepemilikan (di dunia) dan kekuasaan (di akhirat)
sepenuhnya milik Allah.
Taqdīm
Jār wa Majrūr: Pada وَإِلَى
اللَّهِ تُرْجَعُ الْأُمُورُ, Syibhul
Jumlah (إِلَى
اللَّهِ)
didahulukan dari Fi'il-nya
(تُرْجَعُ)
untuk tujuan Ḥaṣr (pembatasan),
yang menegaskan: Segala urusan dikembalikan hanya
kepada Allah.