<<<==ayat berikutnya

An-Nisa ayat ke 49

ayat sebelumnya ===>>

أَلَمْ تَرَ إِلَى ٱلَّذِينَ يُزَكُّونَ أَنفُسَهُم بَلِ الـلَّـهُ يُزَكِّى مَن يَشَآءُ وَلَا يُظْلَمُونَ فَتِيلًا

muaiqlysudais
afasyabdulbasit

Kajian kata فَتِيلًا pada surat An-Nisa ayat ke 49
Bacaan dalam tulisan arab latin fatîlân
Arti kata fatîlân ( فتيلا )sedikitpun
Jumlah pemakaian kata فتيلا3
Kata فَتِيلًا tersusun dari suku kata ف-ت-ل
Jumlah pemakaian pola kata ف-ت-ل3
Makna dari kata dasar ف-ت-ل Kata dasar ini sebagai kata benda berkaitan dengan makna kata pilinan, momen, tenaga putaran, gaya putaran, benang ikat, bandut, twist, putaran, pelintir, lilitan, simpul, tikungan, gulungan, salah urat, lilit, corak nada, keseleo, keriting, ikal, lingkaran, kerut, kerul, berbelit, berbelit-belit, hiasan, suara gemetar, suara geletar, tali, untai, ikat, jerat, rangkai, utas
Kata dasar ini sebagai kata kerja berkaitan dengan makna kata memutar, memutarkan, membelitkan, membelit, melingkari, merangkul, merangkum, memuntir, memilin, memulas, memintal, berliku-liku, memutarbalikkan, menggeliat, menjalin, melembarkan, memperselukkan, mengikatkan, berbelok-belok, mengalir berliku-liku, mengeriting, mengikal, diblow, mengeritingkan, mengeritingi, melekung, kekusutan, kekakuan, kekejangan, perasaan kaku, gemetar, bermalas-malas, menjerat, menjebak, mengikat, melingkari dgn tali, membatasi dgn tali
Kajian kata فَتِيلًا ditinjau dari aspek tata bahasa :

1 kata benda : kata فَتِيلًا termasuk dalam jenis kata benda.

adapun yang dimaksud dengan kata benda meliputi kata yang menerangkan tempat, barang, nama, waktu, kondisi serta kata yang menerangkan sifat seperti kesenangan. kata benda ini bentuk dan formatnya tidak dipengaruhi oleh waktu, baik waktu yang lalu, waktu sekarang atau waktu yang akan datang.

2 kata yang memiliki makna sangat : kata فَتِيلًا ini memiliki makna sangat atau maha dicirikan dengan adanya huruf kasrah panjang atau huruf dhomah panjang yang ada pada konsonan ke 2 (k2). kata ini jika diawali dengan kata sandang al ( اَل ) sering (dalam artian tidak selalu) digunakan untuk menerangkan sifat tuhan pencipta, pemelihara dan raja seluruh alam semesta. adapun jika tidak diawali dengan kata sandang al ( اَل ) maka hanya digunakan untuk menerangkan sifat dari yang ada di alam saja.

3 kata sifat untuk penekanan : kata ini memiliki bentuk kata penekanan dengan dicirikan adanya imbuan ân ( ًا ) pada konsonan_k3

فَتِيلًا


Kata serumpun dalam Al-Quran berikut ayat-ayatnya

بَلِ الـلَّـهُ يُزَكِّى مَن يَشَآءُ وَلَا يُظْلَمُونَ فَتِيلًا
akan tetapi Allah dibersihkan siapa kehendaki dan tidak mereka dianiaya sedikitpun
An-Nisa:49فَتِيلًا
وَٱلْاَخِرَةُ خَيْرٌ لِّمَنِ ٱتَّقَىٰ وَلَا تُظْلَمُونَ فَتِيلًا
dan akhirat kebaikan bagi orang (kamu) bertakwalah dan tidak kamu dianiaya sedikitpun
An-Nisa:77
فَمَنْ أُوتِىَ كِتَٰبَهُۥ بِيَمِينِهِۦ فَأُو۟لَٰٓئِكَ يَقْرَءُونَ كِتَٰبَهُمْ وَلَا يُظْلَمُونَ فَتِيلًا
maka barang siapa diberikan kitabnya dengan tangan kanannya maka mereka itu membaca kitab/catatan mereka dan tidak mereka dianiaya sedikitpun
Al-Isra:71
فَمَنْ أُوتِىَ كِتَٰبَهُۥ بِيَمِينِهِۦ فَأُو۟لَٰٓئِكَ يَقْرَءُونَ كِتَٰبَهُمْ وَلَا يُظْلَمُونَ فَتِيلًا
maka barang siapa diberikan kitabnya dengan tangan kanannya maka mereka itu membaca kitab/catatan mereka dan tidak mereka dianiaya sedikitpun
Al-Isra:71