Menyambut Gerhana Matahari Total, Rabu, 09 Maret 2016

3/06/2016
Gerhana Matahari Total. Rabu, 09 Maret 2016
Gerhana Matahari Total. Rabu, 09 Maret 2016
Dari Abu Mas’ud al-Anshari, ia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, ‘Sesungguhya Matahari dan Bulan adalah dua ayat dari ayat-ayat Allah, yang dengan keduanya Allah hendak menakut-nakuti hamba-Nya. Dan tidaklah terjadi gerhana pada keduanya karena kematian seseorang ataupun kelahirannya. Jika kalian melihat gerhana, maka shalat dan berdo’alah kepada Allah sampai Matahari kembali normal (seperti sedia kala).” (HR. Muslim, Shahih Muslim, II : 628)
Berdasarkan literatur sejarah shalat dapat dipastikan adanya syariat shalat gerhana setelah Rasulullah saw. hijrah ke Madinah. Terjadi dua peristiwa gerhana Matahari pada periode Madinah: Pertama, gerhana tanggal 27 Januari 632 TU yang bersamaan dengan peristiwa wafatnya anak Rasulullah saw. bernama Ibrahim. Kedua, tanggal 21 April 627 TU.
Analisis astronomis menunjukkan bahwa gerhana yang terjadi di Madinah pada tahun 10 H itu adalah gerhana cincin pada pagi hari tanggal 27 Januari 632 TU (29 Syawal menjelang awal Dzulqa’dah 10 H). Pada saat itu di Madinah mengalami gerhana sebagian dengan kegelapan sekitar 85%.
Kota Madinah pada waktu itu hanya dapat mengamati gerhana Matahari partial (sebagian) yang diawali pukul 7:16:30,1 WM, dengan puncak gerhana terjadi pukul 8:29:43,8 WM dan akhir gerhana pukul 9:54:52,8 WM sehingga durasi gerhana Matahari partial di wilayah Madinah teramati sekitar 2 jam 38 menit.
Data Gerhana Matahari Total 9 Maret 2016 Tu
Bagi Indonesia, gerhana Matahari total yang akan terjadi pada tanggal 9 Maret 2016 TU merupakan gerhana yang sangat istimewa. Keistimewaan ini terutama dilihat dari segi wilayah yang terlintasi gerhana, yakni Indonesia merupakan satu-satunya negara yang wilayah daratannya dilalui oleh bagian total dari gerhana itu. Terjadinya peristiwa ini sangat langka. Dari segi area, jalur gerhana dan totalnya, yang lebih mirip dengan gerhana sekarang adalah gerhana tanggal 7 April 1502 TU, dan akan dialami lagi pada tanggal 19 Februari 2501 TU mendatang.
Lamanya waktu (durasi) total saat puncak gerhana akan bervariasi bagi setiap titik di permukaan Bumi. Durasi maksimumnya mencapai 4 menit 9 detik (yang terlama 7 menit 32 detik) terjadi di lautan Pasifik dekat ekuator, yaitu sekitar 1300 km sebelah Timur dari kepulauan Indonesia. Semakin ke Timur dan ke Barat dari tempat ini maka nilai durasi totalnya semakin mengecil. Durasi total terlama di Indonesia akan terjadi di provinsi Maluku Utara dan yang tersingkat akan dialami provinsi Sumatra Selatan.
Penutup
Bagi kita umat Islam, peristiwa gerhana nanti merupakan pembuktian ketaatan umat Islam terhadap sunah Rasulullah saw. Apakah akan lebih banyak orang yang berkerumun di tempat terbuka untuk menyaksikan gerhana dan meninggalkan shalat gerhana ataukah yang melaksanakan shalat gerhana di masjid-masjid. Namun demikian, bukan berarti orang yang melaksanakan shalat gerhana tidak boleh menyaksikan gerhana, silahkan dilakukan tetapi tuntunan syariat Islam harus diprioritaskan.
Terakhir, jangan sekali-kali mengamati gerhana Matahari secara langsung dengan mata telanjang karena dapat menyebabkan kebutaan, terutama saat peralihan antara gerhana total ke gerhana sebagian. Gunakanlah filter atau penyaring cahaya Matahari yang direkomendasikan.
By Agus Salim, Staf Programmer Mathla Astro Club, Tim Observasi Hisab-Rukyat & Astronomi PP Persis.
Sumber: Buletin Tanwir, No. 99 Tahun V/4 Maret 2016, terbitan PZU Unit Cihideung Kota Tasikmalaya.
sigabah.com/beta

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »